Stefano Cugurra Teco, Ambisi Mengembalikan Nama Besar Persija

oleh Benediktus Gerendo Pradigdo diperbarui 14 Feb 2017, 11:00 WIB
Wawancara Eksklusif Stefano Cugurra Teco. (Bola.com/Reza Bachtiar/Adreanus Titus)

Bola.com, Malang - Persija Jakarta masih akan terus melakukan seleksi pemain sepanjang Piala Presiden 2017 dan sebelum Liga 1 2017 dimulai. Keinginan membentuk tim yang begitu solid membuat sang pelatih, Stefano Cugurra Teco, menegaskan bahwa fokusnya sepanjang Piala Presiden 2017 tak lebih dari memantau semua pemain yang dimilikinya untuk menjadi bahan evaluasi sebelum liga dimulai.

Persija Jakarta mengikuti Piala Presiden 2017 dengan tergabung di Grup 2 yang bermain di Stadion Kanjuruhan, Malang. Persija berada satu grup dengan tim tuan rumah, Arema FC, dan dua klub dari institusi keamanan Indonesia, PS TNI dan Bhayangkara FC.

Advertisement

Berbeda dengan Arema yang sudah memiliki tim yang begitu siap di Piala Presiden 2017, Persija masih terus melakukan seleksi pemain. Setelah pendaftaran pemain asing di turnamen pramusim itu ditutup, Persija kini tengah melakukan seleksi dua pemain asing asal Amerika Selatan, Christopher Veas Arriagada dan Jhonatan Mariano Bernardo.

Sementara itu untuk pemain lokal, Persija masih memiliki waktu cukup panjang untuk terus melakukan seleksi. Dengan kondisi tim yang belum menentukan pasti pemain-pemain yang akan masuk dan memperkuat tim di kompetisi resmi, fokus Teco bersama Persija pun memantau peningkatan fisik pemain dan membuat evaluasi dari perkembangan para pemain.

Sejak pertama kali datang menangani Persija, latihan fisik pun menjadi menu utama Teco untuk Bambang Pamungkas dkk. Pelatih asal Brasil yang memang memiliki latar belakang pelatih fisik itu pun menegaskan bahwa metode yang diterapkan sangat penting untuk para pemain agar bisa konsisten saat menjalani liga.

Penasaran dengan pemaparannya mengenai Persija yang ditanganinya saat ini? Berikut petikan wawancara eksklusif Bola.com dengan Stefano Cugurra Teco di sela-sela Piala Presiden 2017 yang berlangsung di Malang.

Pelatih Persija Jakarta, Stefano Cugurra Teco saat memimpin timnya berlatih di Lapangan POR Sawangan, Sabtu (21/1/2017). Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Melihat kiprah Persija di Piala Presiden. bagaimana perkembangan tim ini sekarang sejak pertama kali Anda datang?

Saya pegang tim ini tiga minggu, lalu kami fokus dulu dengan latihan fisik. Baru jelang Piala Presiden kita sedikit melatih teknik dan taktik. Dari saat Trofeo Bhayangkara dan kini Piala Presiden fisik pemain sudah lebih bagus. Kami juga menguji kemampuan fisik para pemain di Malang, siapa yang bagus dan siapa yang kurang. Saya lihat tim setiap pertandingan kelihatan lebih bagus.

Setelah fokus menggenjot performa fisik pemain, metode teknik dan taktik apa yang menurut Anda cocok untuk menjadi gaya permainan Persija?

Teknik yang biasa saja, umpan bagus, ball possession bagus, bisa crossing dengan bagus waktu menyerang. Finishing juga bagus, heading, shooting, control, long ball juga. Semua harus bagus. Dari lini pertahanan juga, semua penting bagi Persija. Namun, kami masih butuh waktu. Kami belum benar-benar melakukannya, baru sedikit saja menyinggung latihan teknik dan taktik.

2 dari 2 halaman

Persija di Mata Stefano Teco

Pelatih Persija Jakarta, Stefano Cugurra Teco, menjadikan Piala Presiden 2017 sebagai ajang untuk mengevaluasi performa pemain timnya. (Bola.com/Reza Bachtiar)

Anda pernah menjadi pelatih fisik Persebaya yang merupakan rival Persija. Seperti apa Persija di saat itu dan bagaimana perbandingan Persija saat itu dengan saat ini?

Saya dulu pelatih fisik dan asisten pelatih di Persebaya. Saya keluar dari Liga Singapura 2003 baru masuk Persebaya, pertama kali di Piala Bang Yos. Untuk pertama kali saya berada di Senayan, dan saat itu final antara Persebaya dan Persija. Persebaya kalah melalui adu penalti. Namun, saya senang sekali karena penonton di Senayan penuh, Bonek Mania ada, Jakmania ada.

Lalu 2004 di liga, Persebaya balas kekalahan itu di pertandingan terakhir. Saat itu ada tiga tim bisa juara. Persebaya bisa juara, Persija bisa juara, dan satu lagi PSM. Persebaya menang lawan Persija, Persebaya pun juara 2004.

Atmosfer sepak bola Indonesia beda dengan Singapura dan Arab Saudi tempat saya bekerja sebelumnya. Suporter di sini benar-benar fanatik. Bonek Mania saya tahu fanatik sekali. Saya baru datang ke Persija saat ini, saya juga sudah bertemu The Jakmania. Saya baru bermain di Trofeo Bhayangkara di Solo lalu kemudian di Malang. Saya belum benar-benar merasakan dukungan Jakmania. Namun, nanti di liga kami akan bermain di kandang, pasti saya akan melihat banyak Jakmania mendukung saya dan tim ini.

Persija punya target menembus 5 besar di Liga 1 2017. Menurut Anda apa yang masih harus diperbaiki Persija untuk mengejar target tersebut?

Saya belum pernah datang ke sebuah klub dan dalam lima hari atau enam hari sudah meraih piala. Biasanya saya punya waktu 15, 20, 25 hari untuk mengembalikan fisik pemain dan untuk melakukan uji coba, bukan untuk mendapatkan piala. Semua harus tahu proses dalam sepak bola bahwa fisik penting, jika fisik tidak dipersiapkan dari sekarang, nanti di liga justru akan ada masalah.

Pemain bisa cedera jika fisik belum benar-benar siap. Kami harus bermain di Trofeo Bhayangkara dan Piala Presiden, dan itu bukan masalah karena merupakan program. Namun, buat saya sendiri ini adalah adaptasi untuk latihan bagus. Kita juga harus evaluasi dari setiap pertandingan.

Sekarang kami akan membuat tim ini menjadi lebih baik dulu. Nanti ketika liga sudah mulai, kami akan mulai tahu apakah kami bisa mencapai 5 besar atau tidak.

Apa kelebihan skuat Persija saat ini dan apa kekurangannya?

Tim ini sudah solid, pintu untuk pemain asing sudah tutup. Itu adalah salah satu kelebihan yang kami miliki.

Namun, kita bisa komparasi perbedaannya dengan Arema. Mereka sudah punya skuat tetap, tapi kami berbeda dari Arema. Kenapa? Karena kami masih seleksi pemain asing, lalu kami juga masih seleksi pemain muda. Mungkin akan datang lagi gelandang serang berusia 25-26 tahun.

Tim yang sudah kompak dan selesai memilih pemain seperti Arema akan lebih cepat persiapannya. Kami masih harus seleksi, oleh karena itu kami bukan pasang yang terbaik di Piala Presiden 2017 ini. Namun, kami mau lihat siapa yang bagus, dan mereka yang akan direkrut. Jika kurang bagus, pemain itu keluar dan akan datang lagi pemain yang lain.

Bicara soal striker di pertandingan kontra Arema, Cristian Gonzales sudah bermain dengan teman-temannya yang lain lebih dari satu tahun. Ia sudah tahu bagaimana caranya jika ingin bola ada di kakinya. Itu jelas berbeda dengan Persija. Jhonatan Bernardo baru datang dan latihan, kemudian langsung main dengan Bambang Pamungkas dan Pandi Lestaluhu. Ia butuh waktu. Saya juga perlu tahu Bambang akan bermain seperti apa, begitu juga dengan Pandi. Ini juga adalah proses yang membutuhkan waktu.

Bicara soal pemain yang masih seleksi, kualifikasi pemain seperti apa yang Anda ingin di Persija?

Pemain asing sudah tutup pendaftarannya di Piala Presiden 2017, tapi pemain asing itu masih boleh datang saat latihan. Mereka juga boleh datang saat kami melakukan uji coba. Kami akan mulai latihan lagi setelah Piala Presiden di Jakarta. Kami akan evaluasi Christopher, kami evaluasi Bernardo, dan kami evaluasi para pemain U-23. Namun, pemain bagus tetap bisa datang.

Kami butuh pemain striker dan manajemen sudah tahu itu sejak saya datang ke sini. Kami butuh yang benar-benar bisa cetak gol, seorang striker, target man. Kami juga butuh pemain lain yang bantu tim untuk cetak gol, pemain yang bisa passing bagus atau memberikan assist, tapi yang paling penting ia juga harus bisa mencetak gol.