Marquez dan Pedrosa Terjatuh di Argentina, Honda Tetap Pede

oleh Muhammad Wirawan Kusuma diperbarui 11 Apr 2017, 16:11 WIB
Bos Repsol Honda, Livio Suppo, mengakui terjatuhnya Marc Marquez dan Dani Pedrosa di Argentina mempengaruhi peluang timnya.

Bola.com, Santiago del Estero - Bos Repsol Honda, Livio Suppo, mengakui kecelakaan yang menimpa Marc Marquez dan Dani Pedrosa mempengaruhi peluang timnya merebut gelar juara dunia. Namun, dia tetap percaya diri.

 

Advertisement

Suppo menyebut timnya bisa saja merebut gelar juara dunia karena pernah mengalami hal serupa pada musim 2011. Saat itu, Honda membawa Casey Stoner menjadi juara meski pada seri kdua terjatuh di Jerez.

"Jelas ini berpengaruh, tapi kejuaraan baru saja dimulai. Saya ingat pada 2011, ketika Casey kecelakaan setelah terlibat insiden dengan Valentino Rossi di Jerez pada awal musim. Itu balapan kedua. Tapi kemudian kami mememangi gelar juara dunia," ujar Suppo seperti dikutip GPOne, Selasa (11/4/2017).

Suppo mengatakan satu hal yang bisa dilakukan timnya untuk menjaga peluang tetap ada. "Kami harus menghadapi balapan demi balapan dan melakukan yang terbaik," tuturnya.

Seperti diketahui, Marquez dan Pedrosa sama-sama mengalami insiden pada tikungan kedua. Marquez yang pertama terjatuh saat balapan baru berjalan tiga lap. Beberapa lap berselang, giliran Pedrosa yang mengalami nasib sama.

"Sayangnya, Rio Hondo adalah trek yang sangat licin dengan beberapa benjolan yang menyebabkan timbulnya kesalahan," kata Suppo.

Lantas bagaimana mental Marc Marquez, Dani Pedrosa, dan tim Honda setelah nasib apes di MotoGP Argentina? "Kami hanya perlu tetap tenang dan tidak panik. Motor memiliki ruang untuk dikembangkan," sebut Suppo.