Bintang Bola Anniversary: 2 Momen Terpenting Indriyanto Nugroho

oleh Benediktus Gerendo Pradigdo diperbarui 28 Apr 2017, 08:15 WIB
Indriyanto Nugroho. (Achsanulqosasi.com)

Bola.com, Jakarta - Penyerang Timnas Indonesia di era 1990-an, Indriyanto Nugroho, merupakan salah satu pemain yang memiliki perjalanan karier unik. Eks pesepak bola Indonesia yang kini melatih SSB Kabo Mania ini adalah pemain yang pernah menjadi fenomena kontrak "100 rupiah".

Indriyanto Nugroho memutuskan gantung sepatu sebagai pesepak bola pada 2013 setelah mengantar Madura United promosi ke Indonesia Super League. Ia kemudian menjadi pelatih Sekolah Sepak Bola Kabo Mania di Bogor sembari tetap memberikan coaching clinic dan melakukan talent scouting.

Advertisement

Kehidupan mantan pemain Timnas Primavera PSSI itu memang tidak lepas dari sepak bola. Bahkan saat ini Indriyanto diminta membantu salah satu klub kontestan Liga 3 yang tengah mempersiapkan tim yang akan berkompetisi dalam waktu dekat.

"Kegiatan saya masih seputar melatih SSB, memberikan coaching clinic, dan melakukan talent scouting. Saat ini juga saya tengah membantu klub Liga 3 asal Cilegon untuk menyeleksi pemain-pemain," ujar Indriyanto Nugroho saat dihubungi Bola.com.

Bicara soal kehidupannya yang tidak pernah bisa lepas dari dunia sepak bola, Indriyanto Nugroho punya segudang momen berharga sepanjang kariernya. Dua momen terbaik yang dipilih mantan pemain Pelita Jaya yang dikontrak dengan nilai Rp 100 itu adalah kebersamaan yang dirasakan bersama Timnas Primavera dan menjadi bagian dari Timnas Indonesia selama tiga tahun.

"Primavera menjadi tonggak karier saya hingga akhirnya bisa menjadi seperti saat ini. Pada usia 16 tahun sudah bermain dan tinggal di luar negeri, di mana anak-anak seumur saya saat itu masih merasakan nikmatnya menjadi siswa SMA, adalah sebuah kenangan yang tidak terlupakan. Saya mengejar masa depan saya di sana dan itu menjadi pengalaman berharga untuk anak didik saya saat ini," kisahnya.

"Sementara satu momen berharga lain adalah bisa bergabung dengan Timnas Indonesia dalam tiga tahun, antara 1993 hingga 1996. Turnamen terakhir saya adalah Piala Asia 1996. Siapa pun dulu pemain sepak bola ingin bisa membela Timnas Indonesia. Saya rasakan betul bagaimana nasionalisme saya benar-benar membumbung tinggi ketika menyanyikan Indonesia Raya di negara lain," lanjut eks pemain Timnas Indonesia yang kedua orang tuanya juga merupakan pemain sepak bola itu.

Indriyanto Nugroho akan bergabung dengan mantan pemain Timnas Indonesia lain dalam laga eksebisi Ex Timnas FC kontra Bintang FC yang diperkuat selebriti seperti Vicky Notonegoro dan Said Bajuri dalam rangkaian ulang tahun kedua Bola.com dan Bintang.com di Hanggar Futsal Pancoran, Jakarta, Sabtu (29/4/2017).

Indriyanto akan bermain bersama Gendut Doni Christiawan, Alexander Pulalo, Rochi Putiray, Aris Indarto, dan sejumlah mantan pemain Timnas Indonesia lainnya.