5 Aksi Kekerasan di Liga 1 dan Liga 2 yang Berujung Sanksi Komdis

oleh Aning Jati diperbarui 05 Mei 2017, 15:00 WIB
Bola.com merangkum lima aksi kekerasan yang dilakukan pemain di awal Liga 1 dan Liga 2 2017. (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Kompetisi di Indonesia baru bergulir beberapa pekan, sejak kick-off pada 15 April 2017 untuk Liga 1 dan pada 19 April 2017 untuk Liga 2. Pada umumnya pertandingan-pertandingan berjalan lancar dan mampu menyuguhkan tontonan laga-laga bermutu serta menghibur pencinta sepak bola nasional.

Namun, terselip beberapa pertandingan yang cukup menarik perhatian khalayak. Sayangnya, bukan karena kualitas pertandingan yang apik disertai aksi-aksi ciamik para pemain yang jadi pembicaraan luas, melainkan karena terjadi aksi kekerasan yang terjadi dalam duel itu.

Setidaknya ada lima aksi kekerasan yang dlakukan pemain atau bahkan satu tim, yang dipastikan tidak pantas dilakukan. Selain mencoreng sportivitas, aksi-aksi itu menodai citra sepak bola Indonesia yang sedang berupaya bangkit menuju ke arah yang lebih baik.

Publik sepak bola Indonesia tentu masih ingat pukulan yang dilayangkan bek PS TNI, Abduh Lestaluhu, pada striker Bhayangkara FC, Thiago Furtuoso saat kedua tim bersua di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, 29 April 2017.

Padahal, kala itu penggemar olahraga si kulit bundar di Tanah Air belum usai memperbincangkan pukulan yang dilakukan striker PSM Makassar, Ferdinand Sinaga, pada pemain Persela Lamongan, Ivan Carlos, juga saat kedua tim bentrok di pekan pertama Liga 1 2017, 16 April 2017.

Advertisement

Aksi kekerasan yang diperagakan para pemain di Liga 1 itu juga terjadi di level kedua kompetisi nasional, Liga 2. Bahkan jumlah kejadian lebih banyak bila dibandingkan yang terjadi di Liga 1, jika mengacu pada perkara yang masuk ke meja Komisi Disiplin PSSI. 

Hingga Jumat (5/5/2017), setidaknya ada total lima aksi kekerasan yang dilakukan pemain secara individu maupun tim di level Liga 1 dan Liga 2. Jumlahnya tentu tidak seberapa jika dibandingkan dengan puluhan pertandingan lain yang telah digulirkan dan berjalan baik. 

Namun, tidak ada tawar-menawar dalam konteks seperti ini karena yang diharapkan insiden negatif seperti pemukulan maupun intimidasi terhadap wasit sama sekali tidak terjadi dalam sebuah pertandingan.

PSSI melalui Komisi Disiplin tidak tinggal diam dengan memproses laporan dari pengawas pertandingan dan telah menjatuhkan sanksi kepada para pelaku. Dengan jatuhnya hukuman itu diharapkan mampu memberikan efek jera sehingga aksi-aksi kekerasan dalam pertandingan tidak dilakukan lagi.

Berikut lima aksi kekerasan di Liga 1 dan Liga 2 yang mencoreng sportivitas dan menodai citra sepak bola Indonesia serta berujung pada sanksi Komdis PSSI:

1. Ferdinand Sinaga

Striker PSM Makassar ini terlihat melayangkan pukulan ke kepala pemain Persela Lamongan, Ivan Carlos ketika kedua tim bersua di Stadion Andi Mattalatta Matoangin, Makassar, pada pekan pertama Liga 1 2017, 16 April 2017.

Ketika itu, Ferdinand yang memang dikenal sebagai pemain bertemperamental tinggi, terlihat emosial karena kesulitan merebut bola dari kaki Ivan Carlos. Entah mengapa, pukulan pun dilayangkan Ferdinand, yang baru masuk di babak kedua. Insiden ini terjadi pada menit ke-84.

Wasit Kusni yang memimpin pertandingan langsung mengeluarkan kartu merah untuk mengusir Ferdinand Sinaga keluar lapangan akibat aksi tidak terpuji itu.

Sanksi Komdis PSSI untuk Ferdinand Sinaga: larangan bermain sebanyak empat kali, yaitu pada pertandingan PSM Makassar vs Persija Jakarta tanggal 30 April 2017, Perseru Serui vs PSM tanggal 4 Mei 2017, PSM vs Arema FC tanggal 10 Mei 2017, PS TNI vs PSM tanggal 15 Mei 2017 dan denda sebesar Rp 10 juta

2 dari 3 halaman

Pemain Timnas Pukul Striker Asing

2. Abduh Lestaluhu

Belum selesai membicarakan kasus pemukulan yang dilakukan Ferdinand Sinaga kepada Ivan Carlos, publik sepak bola Indonesia kembali dikejutkan dengan aksi serupa. Kali ini pelakunya adalah Abduh Lestaluhu.

Cukup mengejutkan karena pemukulan dilakukan Abduh, yang bukan hanya berstatus pesepak bola profesional dan pemain timnas, melainkan juga merupakan anggota TNI AD dengan pangkat Sersan Dua.

Aksi yang dilakukan Abduh cukup membuat penggemar sepak bola Indonesia kecewa. Apalagi, ia sempat mendapat "apresiasi" dan bahkan mendapat label sebagai "laki-laki sejati" ketika membuang bola ke arah bangku cadangan pemain timnas Thailand di final Piala AFF 2016.

Kala itu Abduh juga mendapat kartu merah dan sanksi atas tindakannya, namun netizen banyak yang membelanya. Namun, tidak untuk pelanggaran yang dilakukan pada laga kontra Bhayangkara FC, 29 April 2017.

Peristiwa pemukulan ini diawali perebutan bola di antara Abduh dan striker Bhayangkara FC, Thiago Furtuoso. Thiago, yang berada di depan Abduh, mencoba mempertahankan bola sembari memunggungi bek PS TNI itu. Tidak lama, Thiago tampak tak bisa mempertahankan keseimbangan tubuhnya dan terjatuh. Saat itulah Abduh berlaku tidak sportif.

Pemain PS TNI, Abduh Lestaluhu saat melawan PBFC pada lanjutan Liga 1 Indonesia di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (17/4/2017). PS TNI bermain imbang 2-2 dengan PBFC. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Abduh melayangkan pukulan kepada Thiago yang tengah terjatuh. Peristiwa tersebut terjadi tepat di depan wasit Aprisman Aranda, yang memimpin pertandingan. Abduh langsung mendapat kartu merah.

Meski PS TNI akhirnya menang dengan skor 2-1 di kandang lawan, peristiwa tersebut jelas mencoreng tiga poin yang diraih PS TNI di kandang Bhayangkara FC.

Sanksi Komdis PSSI untuk Abduh Lestaluhu: larangan bermain sebanyak lima kali, yaitu satu pada pertandingan PS TNI vs Persiba Balikpapan tanggal 5 Mei 2017 (karena langsung menjalani sanksi kartu merah dari wasit) serta empat pertandingan lain sanksi tambahan dari Komdis PSSI: Barito Putera vs PS TNI tanggal 9 Mei 2017, PS TNI vs PSM Makassar tanggal 15 Mei 2017, Madura United vs PS TNI tanggal 19 Mei 2017, juga PS TNI vs Persela Lamongan tanggal 27 Mei 2017 dan denda sebesar Rp 10 juta.

3. Gerald Pangkali

Untuk kesekian kalinya pemain yang satu ini berperilaku buruk. Pemain asal Papua sudah dikenal sering berbuat ulah di lapangan dan kali ini ia memukul dan menendang pemain PSPS, Defri Riski. Kejadian itu berlangsung saat 757 Kepri Jaya FC melawan PSPS Pekanbaru.

Dalam salah satu momen pada menit ke-60 di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru, wasit Rahmatullah terpaksa mengusir Gerald Pangkali. Penyebabnya, Pangkali memukul Defri Riski lalu memprotes wasit. Bahkan Defri yang sudah tersungkur lantas ditendang Gerald Pangkali.

Selama ini Gerald Pangkali terbilang akrab dengan perilaku buruk. Ia misalnya pernah diskors dua pertandingan plus denda Rp 25 juta oleh Komdis PSSI di ISL 2014 saat masih membela Persipura Jayapura. Penyebabnya Gerald Pangkali sengaja mengasari Raphael Maitimo dan mendorong wasit.

Sanksi Komdis PSSI untuk Gerald Pangkali: larangan beraktivitas sepak bola di lingkungan PSSI selama 2 bulan dan denda Rp 20 juta.

3 dari 3 halaman

Wasit Disiram Air

4. Andi Setiawan

Derby Surakarta yang mempertemukan Sragen United versus Persis Solo di Liga 2 Grup 4 pada 30 April 2017 berjalan panas. Kubu Persis terlihat tidak puas dengan beberapa keputusan wasit Bambang yang memimpin pertandingan.

Puncaknya, saat kiper Sragen United, Andi Setiawan, dengan sengaja menendang kepala pemain Persis, Dedi Cahyono, dengan menggunakan lutut. Akibatnya, Dedi mengeluh pusing dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

Derbi Surakarta jilid pertama antara Sragen United melawan Persis Solo di Stadion Taruna, Sragen, Minggu (30/4/2017) berlangsung panas. (Bola.com/Ronald Seger)

Beberapa saat sebelum kejadian itu, Dedi diklaim dilanggar di area penalti lawan. Keputusan kontroversial tersebut membuat para pemain Persis di bangku cadangan tersulut emosi hingga keributan antarpemain pun terjadi.

Sanksi Komdis PSSI untuk Andi Setiawan: larangan beraktivitas sepak bola di lingkungan PSSI selama 2 bulan dan denda Rp 20 juta.

5. Ferry Komul dan Persiraja

Tindakan tidak terpuji lain juga terjadi di Liga 2 2017 saat PSBL Langsa menjamu Persiraja Banda Aceh di Stadion Langsa pada penyisihan Grup 2, 29 April 2017. Para pemain Persiraja dan ofisial tim beramai-ramai memojokkan wasit hingga ke bench pemain.

Gara-garanya, wasit Suci Efendi menghadiahi penalti untuk PSBL. Wasit menganggap terjadi pelanggaran di kotak penalti Persiraja yang harus dihukum penalti.

Sontak para pemain Persiraja protes mendorong-dorong wasit sampai ke tepi lapangan, bahkan bench pemain. Saat itu terjadi peristiwa penyiraman air minum oleh salah satu pemain Persiraja terhadap wasit.

Pemain itu adalah Ferry Komul, yang akhirnya mendapat sanksi perserorangan dari Komdis PSSI. Komdis PSSI juga memberi hukuman pada tim Persiraja atas aksi tidak terpuji itu.

Wasit diketahui sempat mogok memimpin pertandingan. Tetapi setelah situasi reda, pertandingan bisa dilanjutkan dan Persiraja menerima hukuman penalti.

Sanksi Komdis PSSI untuk Ferry Komul: larangan beraktivitas sepak bola di lingkungan PSSI selama 2 bulan.
Sanksi Komdis PSSI untuk Persiraja: denda Rp 20 juta

Berita Terkait