Tanpa Iwan Setiawan, Skuat Persebaya Tetap Kondusif

oleh Zaidan Nazarul diperbarui 09 Mei 2017, 08:15 WIB
Persebaya tak dilatih Iwan Setiawan yang sedang menjalani sanksi skorsing dari manajemen. (Bola.com/Fahrizal Arnas)

Bola.com, Surabaya - Persebaya sedang dalam situasi tak nyaman. Sorotan tajam tengah dialamatkan pada tim berjulukan Green Force seiring hasil buruk yang mereka dapatkan, plus persoalan yang dihadapi sang pelatih kepala, Iwan Setiawan.

Sampai saat ini, caci maki Bonek Mania yang ditujukan pada Iwan, serta tuntutan agar manajemen mengganti sang pelatih tak juga surut. Situasi ini berlarut-larut menyusul keputusan manajemen yang hanya menjatuhi sanksi denda dan larangan mendampingi tim dalam sekali laga pada eks pelatih Persija.

Advertisement

Bagi pendukung Persebaya, keputusan manajemen dinilai terlalu lunak untuk kesalahan fatal berulang-ulang yang dilakukan Iwan. Jika tak segera tertangani, bisa jadi masalah ini bakal memengaruhi para pemain, apalagi mayoritas pemain di tim ini masih berusia belia.

Untungnya sejauh ini tanda-tanda itu tampak pada diri pemain. “Kami biasa saja, tidak ada yang berbeda dengan fenomena yang terjadi belakangan ini. Sebagai pemain, fokus dan konesntrasi kami tercurah untuk persiapan bertanding dan bagaimana caranya bisa memenangkan pertandingan ini,” ujar Rendi Irwan, eks pemain Persija ini.

Hal yang sama diungkapkan oleh Kurniawan Karman. Mantan pemain Persiba Balikpapan ini mengaku tak mau memikirkan hal lain selain berlatih dan bertanding.

“Itu bukan urusan kami. Biar manajemen dan tim pelatih yang memikirkan hal itu. Kami semua hanya berpikir bagaimana caranya meraih banyak kemenangan di laga selanjutnya,” sebut Kurniawan.

Pernyataan kedua pemain Persebaya itu menunjukan bahwa mereka bisa memisahkan antara persoalan yang berada wilayah mereka, dengan yang menjadi urusan para petinggi Persebaya. Maklum, para pemain kini juga dihadapkan pada tuntutan manajemen yang mewajibkan mereka memenangi laga-laga berikutnya.

Satu lagi fakta bahwa mereka tak terpengaruh dengan situasi ini adalah kemenangan telak yang mereka ukir ketika beruji coba lawan tim Liga 3 zona Jatim, PS Kota Pahlawan, Minggu (7/5/2017).

“Sekarang, anak-anak justru lebih bagus dan termotivasi. Biasanya dalam gim internal anak-anak hanya cetak satu atau dua gol, sekarang bisa sampai lima gol. Begitu juga ketika uji coba,” jelas Ahmad Rosyidin, asisten pelatih Persebaya.