Vinales Simpan Kegalauan Besar Jelang MotoGP Belanda

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 20 Jun 2017, 11:40 WIB
Pebalap Movistar Yamaha, Maverick Vinales, terlihat masih galau menjelang balapan MotoGP Belanda, Minggu (25/6/2017). (EPA/Jose Manuel Vidal)

Bola.com, Assen - Pebalap Movistar Yamaha, Maverick Vinales, terlihat galau dengan performa motor M1 2017 yang tak konsisten, terutama saat tampil buruk di MotoGP Catalunya dua pekan lalu. Situasi ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Yamaha menjelang balapan MotoGP Belanda di Sirkuit Assen, Minggu (25/6/2017). 

Advertisement

Dia mengaku sama sekali tak memahami penyebab motor M1 tampil buruk di Barcelona, meskipun secara tidak langsung menunjukkan ada andil ban Michelin dalam permasalahan tersebut.

"Saya tidak tahu apa yang terjadi. Tapi setiap kali saya membuat kemajuan dalam perburuan gelar juara dunia, sesuatu terjadi," kata Vinales, seperti dilansir Sportrider, Selasa (20/6/2017).

"Saya tak ingin terus berbicara soal ban karena merasa terus mengulang-ulang saja. Saya tak tahu apa yang terjadi, saya tak memahaminya, yang jelas saya tak menyukainya," sambung pebalap berjuluk Top Gun tersebut.

Maverick Vinales tampil gemilang pada awal musim dengan menjuarai dua balapan pembuka MotoGP 2017. Namun, performa fantastis tersebut hilang tak berbekas di MotoGP Catalunya. Vinales terpuruk dan hanya finis di posisi ke-10. Rekan setimnya, Valentino Rossi, sedikit bernasib lebih baik, dengan finis di urutan kedelapan.

Vinales memang masih memuncaki klasemen MotoGP 2017. Namun, kini posisinya terancam Andrea Dovizioso yang hanya berjarak tujuh poin di belakangnya. Sementara itu, Rossi melorot ke urutan kelima, di belakang duo Repsol Honda, Marc Marquez dan Dani Pedrosa.

"Saya merasa tak terkalahkan pada beberapa balapan pertama. Di sini (MotoGP Catalunya), saya finis ke-10 dan mungkin ke-15 jika pebalap-pebalap di depan tak terjatuh atau mengalami kerusakan mesin," kata Vinales.

"Michelin mengatakan bahwa ini harga yang harus dibayar karena tak berpartisipasi pada tes di sini dua pekan lalu. Tapi, itu alasan yang mengada-ada karena di Argentina kami tidak melakukan tes dan menang, dan di Mugello kami juga hampir menang. Motor kami sempurna," beber Vinales.

"Saya tak bisa seperti ini. Di Le Mans M1 adalah motor terbaik dan di Catalunya kami yang terburuk. Saya sudah mencoba motor 2016 dan 2017, dan motor 2017 jauh lebih baik. Saya tak tahu apa yang terjadi," imbuh Maverick Vinales.