Maria Londa dan Jalan Terjal Menuju SEA Games 2017

oleh Benediktus Gerendo Pradigdo diperbarui 25 Jul 2017, 08:00 WIB
Maria Londa, atlet Indonesia di SEA Games 2017 untuk cabang olahraga lompat jauh dan lompat jangkit. (Bola.com/Dody Iryawan)

Bola.com, Bali - Tantangan berat mengadang atlet lompat jauh Indonesia, Maria Natalia Londa, saat menapaki jalan menuju SEA Games 2017. Namun, atlet senior Tanah Air itu menolak menyerah.

Gairah dan motivasi memberikan yang terbaik bagi Indonesia mendorong Maria berusaha terus melaju di tengah segala hambatan dan keterbatasan, salah satu cedera yang merecoki sepanjang persiapan menghadapi SEA Games 2017.  

Advertisement

Maria Londa adalah atlet putri andalan Indonesia untuk nomor lompat jauh dan lompat jangkit. Prestasinya mencuri perhatian sejak pertama kalinya mengikuti SEA Games di Laos pada 2009. Saat itu, Maria menyabet dua medali perunggu dari nomor lompat jauh dan lompat jangkit.

Prestasi Maria bertambah moncer dua tahun berselang, ketika Indonesia menjadi tuan rumah SEA Games 2011. Maria Londa mengemas medali perak di dua nomor yang sama dengan SEA Games sebelumnya.

Seperti sebuah grafis yang terus meningkat, Maria Londa pun menjadi yang terbaik pada SEA Games 2013 yang digelar di Myanmar. Dua medali emas di nomor lompat jauh dan lompat jangkit berhasil diraihnya. Prestasi itu pun seakan menjadi gerbang kesuksesan bagi atlet kelahiran Denpasar itu.

Kesuksesan di Myanmar bertambah sempurna saat Maria berjaya di ajang lebih tinggi, yaitu Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan. Lepas dari Asian Games, Maria belum berhenti berlari. Kali ini, Maria membukukan dua medali emas SEA Games 2015 di Singapura.

Keinginan menggebu Maria Londa untuk terus berprestasi mendapatkan ujian dari tubuhnya. Atlet asuhan I Ketut Pageh itu mengalami cedera lutut setelah SEA Games 2015. Masalah cedera itu pun menjadi tantangan baru Maria Londa untuk mempersiapkan diri menuju SEA Games 2017.

"Ketika persiapan SEA Games 2015 saya bisa melakukan persiapan secara total karena tidak ada cedera sehingga tidak ada keraguan dalam mengambil program persiapan. Namun, saat ini ada sedikit keraguan soal pengambilan program. Ada pikiran bagaimana jika cedera semakin parah," tutur Maria Londa dalam perbincangan dengan Bola.com di Badung, Bali, pada awal Juli 2017. 

"Saya menganggap diri saya sudah maksimal, tapi otot saya mengatakan yang lain. Dokter mengatakan kepada saya bahwa fleksibilitas kaki kanan saya tidak seperti dulu sehingga saya harus berhati-hati. Jadi saya harus berhati-hati dalam pengambilan program persiapan. Kalau dibilang cedera ini mengganggu atau tidak, tentu saja mengganggu. Sedikit saja ada keluhan, mentalitas pun ikut terganggu," lanjutnya.

Bola.com melihat secara langsung bagaimana cedera lutut itu masih mengganggu Maria Londa saat berlatih. Ketika tengah berlatih di Lapangan Umum Mengwi, Bali, pada awal Juli 2017, Maria mengalami rasa sakit lagi di lututnya. I Ketut Pageh pun meminta atlet putri andalannya itu untuk menyudahi latihan agar bisa memberikan istirahat kepada ototnya.

Namun, Maria menegaskan cedera bukan satu-satunya alasan SEA Games 2017 terasa lebih menantang dan terjal dibanding edisi-edisi sebelumnya. 

"Tantangan yang saya rasakan memang sebenarnya otomatis lebih berat. Menurut saya mempertahankan prestasi yang sudah saya raih jelas jauh lebih sulit. Latihan harus maksimal, maksimal, dan maksimal. Jadi dengan begitu saya bisa mencapai target yang telah diberikan," ujar atlet yang juga merupakan pencinta anjing itu.

Bicara soal target di SEA Games 2017, Maria Londa yang masih dalam pemulihan cedera sembari berlatih, tetap mengincar medali emas dari dua nomor yang menjadi spesialisasinya, lompat jauh dan lompat jangkit.

 

2 dari 2 halaman

Dukungan Luar Biasa Jadi Motivasi

Tak semua atlet mampu menjaga ambisi mengejar prestasi setelah mengalami cedera yang cukup parah. Beruntung Maria Londa mendapatkan dukungan besar dari orang-orang di sekitarnya, termasuk pengurus PB PASI yang menaungi cabang olahraga yang digelutinya. Dukungan itu yang membuat Maria Londa optimistis bisa terus berprestasi dan yakin akan pulih sepenuhnya dari cedera.

"Dengan dukungan orang-orang luar biasa yang selalu menguatkan di sekeliling saya, tentu saya siap menjalani semua persiapan untuk SEA Games 2017. Saya juga berpikir semua pengorbanan saya selama ini dihargai dengan baik sehingga saya juga termotivasi untuk tetap memberikan yang terbaik," ujar Maria.

Besarnya dukungan dari PB PASI dan keluarga membuat Maria Londa tak sedikit pun berpikir kariernya sudah habis. 

"Tidak pernah ada terbesit pikiran tidak bisa sembuh karena saya didukung dokter ahli yang membantu saya, dan juga dibantu oleh pemerintah dan PB PASI. Saya yakin bersama mereka, saya bisa pulih sepenuhnya. Apa pun bisa terjadi dan saya punya keyakinan itu," tegas Maria.

"Setiap kegiatan yang saya lalui, motivasi saya yang utama adalah keluarga. Saya besar dari keluarga yang sederhana, keluarga yang biasa saja. Jadi saya selalu berpikir untuk membuat orang tua saya bangga dan itu yang utama sebelum saya membuat Indonesia bangga terhadap saya," lanjutnya.

Menjadi yang terbaik selalu menjadi target Maria Londa untuk bisa membuat bangga keluarga dan bangsa Indonesia. Menurutnya, menjadi yang terbaik adalah bukti perjuangannya selama ini.

"Menjadi bagian dari Timnas Indonesia adalah salah satu mimpi terbesar saya selama menjadi atlet. Bisa mewakili seluruh masyarakat Indonesia dan merasakan beban itu benar-benar ada di pundak saya. Jadi kalau akhirnya saya bisa menjadi yang terbaik, itu adalah bukti perjuangan yang saya rintis demi Indonesia," tutur Maria Londa.