PBSI Sayangkan Kegagalan Gregoria Mariska Cs

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 25 Jul 2017, 22:52 WIB
Kabid Binpres PBSI, Susy Susanti, mengaku Gregoria Mariska Cs tampil kurang semangat pada final Kejuaraan Asia Junior 2017 kontra Korea, Selasa (25/7/2017). (PBSI)

Bola.com, Jakarta - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Susy Susanti, menyayangkan kegagalan tim Indonesia ppada Kejuaraan Asia Junior 2017. Namun, sosok yang juga menjabat sebagai manajer Timnas Indonesia itu menilai pencapaian ini sudah melebihi target.

Advertisement

Indonesia gagal menjadi juara Kejuaraan Asia Junior 2017 setelah takluk 2-3 dari Korea pada partai final yang berlangsung di Jaya Raya Sport Hall Training Center, Selasa (25/7/2017).

Indonesia hanya meraih poin dari sektor ganda campuran dan ganda putra. Adapun nomor tunggal putra, tunggal putri, dan ganda putri, gagal memberikan poin.

"Bisa dibilang kami kalah fight. Pada posisi unggul 2-1 harusnya bisa menahan sedikit, tetapi ternyata tidak. Posisinya Indonesia sudah di atas angin. Memang hasil ini sudah melebihi target yaitu mencapai babak semifinal, tapi kalau tinggal selangkah lagi seperti ini sudah sayang," kata Susy.

"Nanggung, sudah terakhir harusnya mati-matian saja. Tapi ini masih kalah semangat juang. Makanya saya pernah bilang, potensi tanpa semangat, potensi tanpa kemauan itu susah," ujar peraih medali Olimpiade Barcelona 1992 itu.

Susy Susanti juga mengatakan seharusnya para pemain tampil nekat di pertandingan penentu. Sebab, Susy mengakui tim Indonesia tidak kalah dalam urusan semangat juang.

"Kalau dibilang kalah fight, sebenarnya tidak juga. Pemain kita juga fight, tapi kekuatan, mental dan kemauan masih kurang pada pertandingan tadi," ungkap Susy seperti dikutip situs PBSI, Selasa (25/7/2017).

Berita Terkait