Manajer Persib Minta Maaf Tak Bisa Melayat Ricko Andrean

oleh Erwin Snaz diperbarui 28 Jul 2017, 05:30 WIB
Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, sedang berada di Singapura sehingga tak bisa mengantar Ricko Andrean ke peristrahatan terakhir. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Jakarta Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya bobotoh Persib, Ricko Andrean (22) di RS. Santo Yusuf, Kota Bandung akibat salah sasaran oknum bobotoh saat laga Persib versus Persija, Sabtu (22/7/2017) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung.

Ricko mengembuskan nafas terakhirnya pasa Kamis (27/7/2017) pukul 10.10 WIB setelah mendapat perawatan beberapa hari di RS Santo Yusuf.

Advertisement

"Saya sangat berduka atas meninggalnya Ricko. Semoga almarhum tenang di sisi-NYA dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Saya juga mohon maaf tidak bisa hadir ke rumah duka karena kebetulan sedang berada di Singapura mengantar anak berobat," ujar Umuh saat dihubungi Bola.com pada Kamis malam.

Umuh berharap meninggalnya Ricko bisa dijadikan pelajaran bagi para bobotoh lainnya agar kejadian itu tidak terulang lagi. "Ke depan jangan sampai ada lagi korban seperti almarhum Ricko. Sepak bola adalah hiburan, bukan dijadikan permusuhan, apalagi sesama bobotoh," tegas Umuh.

Sesuai dengan janjinya saat membesuk almarhum, Umuh mengaku segala biaya perawatan terhadap almarhum akan ditanggung oleh dirinya dan PT Persib Bandung Bermartabat (PBB).

"Ya, untuk biaya perawatan kami yang akan menanggung. Saya sudah komunikasi dengan Pak Glenn Sugita (Dirut PT PBB) juga, untuk membiayai almarhum selama dirawat di Santo Yusuf. Jadi kami berdua yang akan menanggung," papar Umuh.

Pada kesempatan itu Umuh pun kembali mengimbau kepada seluruh bobotoh agar setiap laga kandang Persib lebih tertib, lebih kompak lagi, aman, dan sportif dalam mendukung tim Maung Bandung.