Kalahkan Myanmar, Timnas U-22 Pulang Bawa Medali Perunggu

oleh Aning Jati diperbarui 29 Agu 2017, 17:34 WIB
Timnas Indonesia U-22 mengalahkan Myanmar dan membawa pulang medali perunggu SEA Games 2017. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia U-22 menjalani laga terakhir di SEA Games 2017 melawan Myanmar, Selasa (29/8/2017), di Stadion Selayang, Selangor. Laga ini untuk memperebutkan medali perunggu.

Menit ketiga, Myanmar mencoba menusuk namun serangan masih bisa dimentahkan lini belakang Timnas Indonesia U-22 yang dikomandoi Hansamu Yama.

Menit kelima, Indonesia mendapat peluang lewat kerja sama Septian David Maulana dan Marinus Wanemar, tapi gagal.

Setelah tembakan sporadis Yan Yan Naing Oo pada menit keenam, Indonesia kembali mencoba menyerang. Namun, kembali belum berhasil.

Timnas Myanmar U-22 selama 15 menit masih lebih banyak menekan Indonesia dengan lebih banyak mengeksplorasi di daerah pertahanan Tim Garuda. Aung Thu mendapat peluang, namun tembakannya mengenai tiang gawang kiper Satria Tama.

Menit ke-17, Indonesia mendapat serangan bertubi-tubi. Beruntun, tiga peluang beruntun The White Angel masih belum menjebol gawang Tim Garuda Muda. Dua dari tiga tembakan membentur tiang dan satu berhasil digagalkan Satria Tama. Skor masih 0-0.

Advertisement

Tusukan berulang kali di sisi kiri pertahanan Indonesia akhirnya membuahkan hasil. Pergerakan cepat Mg Mg Lwin gagal dihambat sehingga pemain nomor punggung 11 itu bisa melepas umpan ke Thain Paing yang berdiri bebas di depan gawang Indonesia.

Thain Paing menerima umpan cantik itu dan meneruskan dengan tembakan terarah tanpa mampu dibendung Satria Tama. Skor berubah 1-0 untuk Myanmar pada menit ke-22. Untuk sementara, Timnas Indonesia U-22 tertinggal dari Myanmar.

Lini belakang Indonesia yang mudah ditembus disikapi pelatih Luis Milla dengan menarik Andy Setyo dan memasukkan Rezaldi Hehanusa pada menit ke-29.

Pada menit ke-40, Indonesia tercatat dua kali mendapat peluang. Namun Marinus gagal memanfaatkan umpan silang Febri Hariyadi yang terlalu tinggi, sementara tembakan Evan Dimas masih jatuh di pelukan kiper Sann Sat Naing.

Indonesia punya kesempatan menyamakan skor pada menit ke-46, namun serangan bertubi-tubi yang membuat kemelut di depan gawang Myanmar masih belum mengubah skor.

Diawali tendangan bebas, bila tendangan Septian David masih bisa ditepis Sann Sat Naing. Bola muntahan coba dimenangi pemain Indonesia, tapi berhasil diamankan pemain lawan.

Timnas Myanmar memanfaatkan sisa waktu di babak pertama dengan melakukan serangan balik cepat. Pertahanan Timnas Indonesia U-22 berhasil diacak-acak dengan beberapa peluang. Beruntung, tembakan keras Myanmar lagi-lagi masih membentur mistar gawang Satria Tama. Skor 1-0 untuk keunggulan Myanmar menutup babak pertama.

2 Gol Berdekatan

Di awal babak kedua, Luis Milla mengganti Marinus dengan Ezra Walian. Indonesia sempat mendapat peluang lewat Osvaldo Haay menit ke-50. Tetapi, bola sundulan Osvaldo masih terlalu tinggi.

Sebaliknya menit ke-54, Myanmar mengancam lewat akselerasi Thain Paing dan Aung Thu. Namun, Satria Tama masih sigap mengamankan gawangnya dari bola ancaman Myanmar.

Gol yang dinanti Indonesia akhirnya muncul pada menit ke-56 lewat gol Evan Dimas. Tusukan Febri Hariyadi di sisi kanan pertahanan Myanmar gagal diblok sempurna oleh pemain belakang Myanmar. Bola muntahan disambut Evan Dimas. Gelandang asal Bhayangkara FC itu berani menembak meski beberapa pemain Myanmar menghalanginya.

Bola sempat menyentuh kaki pemain Myanmar, namun menghujam gawang Sann Sat Naing. Skor jadi 1-1.

Hanya berselang dua menit, Indonesia berbalik unggul jadi 2-1. Kali ini umpan manis Osvaldo Haay diakhiri dengan tendangan kaki kiri keras dari Septian David Maulana. Hingga menit ke-60, Timnas Indonesia U-22 unggul 2-1.

Myanmar tak menyerah karena menit ke-68 mereka menciptakan kemelut di depan gawang Satria Tama. Hanya, mereka kurang beruntung karena para pemain belakang dan Satria Tama mampu menyelamatkan gawang Tim Garuda Muda.

Indonesia tak membuang peluang. Sehabis water break, Rezaldi Hehanusa langsung memenangi perebutan bola. Dengan sedikit meliuk-liuk dan tanpa melihat arah gawang, Rezaldi menuntaskan aksi tunggalnya dengan tembakan keras dari luar kotak penalti yang menghujam sisi kanan gawang Myanmar. Timnas Indonesia U-22 memperlebar keunggulan jadi skor 3-1, menit ke-77.

Selepas itu Indonesia punya beberapa peluang, namun belum mampu menjebol gawang Myanmar lagi. Myanmar juga sempat mengacam gawang Tim Garuda Muda. Namun, Satria Tama lagi-lagi melakukan penyelamatan gemilang.

Menit ke-94, wasit Suddish Kumar Pandey mengusir Nan Wai Min setelah menerima dua kartu kuning. Tak ada lagi tambahan gol tercipta. Timnas Indonesia U-22 akhirnya menang dengan skor akhir 3-1 dan membawa pulang medali perunggu.