Menpora: Satlak Prima Belum Dibubarkan

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 11 Okt 2017, 17:56 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, menerima perwakilan Indonesia Olympians Association (IOA) di kantor Kemenpora, Rabu (11/10/2017). (Bola.com/Zulfirdaus Harahap)

Bola.com, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, memastikan keberadaan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) masih diakui dan belum dibubarkan. Hal itu mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) nomor 15 tahun 2016 yang belum diganti atau direvisi.

Advertisement

Wacana pembubaran Satlak Prima sempat digaungkan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pria yang akrab disapa JK itu mengatakan rencana pemerintah untuk memangkas birokrasi di bidang olahraga untuk peningkatan prestasi atlet. 

Imam menegaskan sampai saat ini pembubaran Satlak Prima belum resmi. Dengan demikian, organisasi pimpinan Achmad Sutjipto itu masih diakui dan bekerja sesuai dengan fungsinya.

"Saya hanya ingin menegaskan peraturan presiden nomor 15 tahun 2016 tentang Satlak Prima masih tetap berjalan sebelum ada peraturan baru. Oleh karenanya, apapun kondisi ini tidak boleh mengganggu kondisi atlet yang sudah masuk pelatnas," kata Imam Nahrawi di kantor Kemenpora, Jakarta, Rabu (11/10/2017).

Menpora juga berharap kisruh tentang rencana pembubaran Satlak Prima tidak mengganggu persiapan para atlet dan induk olahraga menuju Asian Games 2018. Imam meminta wacana pembubaran ini tidak membuat gaduh sampai benar-benar ada pembahasan soal Pepres baru.

"Tidak boleh secara psikologis memengaruhi atlet-atlet kita untuk tetap konsentrasi dan fokus. Saya mengajak kepada semuanya, biar tidak gaduh, tunggu saja nanti pembahasan tentang Pepres itu sendiri," ujar menteri asal Bangkalan, Madura itu.

Sebelumnya beberapa pihak menilai pembubaran Satlak Prima ini berkaitan dengan melesetnya target kontingen Indonesia di SEA Games 2017. Seperti diketahui, kontingen Indonesia hanya meraih 38 medali emas dari 55 medali emas yang ditargetkan.

Berita Terkait