Duka Pasoepati untuk Suporter Persita Korban Bentrokan

oleh Ronald Seger Prabowo diperbarui 13 Okt 2017, 08:45 WIB
Pasoepati memberikan dukungan moral kepada suporter Persita, yang kehilangan satu anggota mereka. (Bola.com/Ronald Seger Prabowo)

Bola.com, Solo - Bentrok antarsuporter saat laga Persita Tangerang melawan PSMS Medan yang merenggut nyawa suporter La Viola, Banu Rusman (17 tahun) memunculkan rasa keprihatinan.

Banu meninggal akibat dikeroyok oknum suporter PSMS seusai laga pamungkas babak 16 besar Grup B Liga 2 2017 di Stadion Mini Cibinong, Bogor, Rabu (11/10/2017).

Advertisement

Keprihatinan datang dari Pasoepati. Kelompok pendukung Persis Solo itu mengecam aksi tersebut, apalagi menimbulkan korban jiwa.

"Kami turut berduka atas peristiwa yang menimpa suporter Persita. Semoga kejadian ini tidak terlulang lagi dan yang paling penting, jadi koreksi bagi federasi," kata Bimo Putranto, Presiden Pasoepati, di Solo.

Pada laga pamungkas 16 besar itu, PSMS meraih kemenangan 1-0 berkat gol yang diciptakan Gusti Sandria. Kekalahan Persita membuat pendukungnya turun ke lapangan untuk melakukan protes kepada tim kesayangan.

Protes itu menjadi berlebihan ketika sejumlah suporter melakukan provokasi ke arah suporter PSMS. Bentrok pun tak bisa dihindarkan.

Pendukung PSMS tanpa ragu mengejar pendukung Persita hingga ke luar stadion. Sejumlah suporter Persita jadi korban pengeroyokan dan beberapa suporter wanita sampai ada yang pingsan setta harus dilarikan ke rumah sakit.

Menteri Sosial (Mensos) Pasoepati, Isnaini Muhammad Fatah, menambahkan pihaknya yang dikoordinasi Pasoepati Tangerang terus menjalin komunikasi dengan Benteng Viola.

Pasoepati terus memberikan dukungan moral kepada suporter Persita tersebut agar kasus ini segera terselesaikan.

"Pasoepati Tangerang memang intens berkomunikasi dengan Bentang Viola. Rencananya, kami teman-teman di Tangerang akan mengirimkan karangan bunga sebagai ungkapan belasungkawa," ujar Isnaini.