Bonek Akan Gelar Aksi untuk Perjuangkan TMS Persebaya

oleh Aditya Wany diperbarui 14 Des 2017, 17:50 WIB
Bonek Mania saat Celebration Game Persebaya vs PSS di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya (9/12/2017). (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Surabaya - Polemik masalah Transfer Matching System (TMS) antara Persebaya dengan Bhayangkara FC (BFC) masih belum selesai. Belum ada kesepakatan mengenai pengembalian akun TMS Persebaya dari BFC.

Namun, PSSI telah mengundang Persebaya dan (BFC) untuk menyelesaikan permasalahan ini. Kedua pihak akan hadir pada Professional Football Administration Workshop pada 19-24 Desember nanti di Kantor PSSI, Jakarta. Khusus pembahasan TMS ini, Persebaya dan BFC akan dipertemukan pada Rabu (20/12/2017).

Advertisement

Meski sudah ada tanda akan selesainya polemik itu, Bonek sebagai suporter Persebaya tidak mengendurkan semangat untuk terus mendesak pengembalian akun TMS milik Persebaya. Sebagai wujud pengawalan, suporter Persebaya yang tergabung dalam Arek Bonek 1927 (AB1927) telah menuntu beberapa hal.

Pertama, mereka mendesak kepada manajemen PT Persebaya Indonesia untuk mengambil hak TMS dari BFC maksimal Rabu, 20 Desember. Kedua, mereka menuntuk PSSI dan Bhayangkara FC untuk mengembalikan TMS Persebaya maksimal Rabu, 20 Desember. Ketiga, mereka akan menggelar aksi AB1927 pada Minggu, 17 Desember di Car Free Day, Taman Bungkul, Jl. Raya Darmo, Surabaya.

“Itu hanya pra-aksi, masih aksi pemanasan. Minimal akan ada 10 ribu Bonek yang hadir. Kalau sampai batas tersebut (20 Desember) akun TMS tidak dikembalikan, kami akan ada adakan aksi lanjutan,” kata Andie Peci, pentonal Bonek.

Lebih lanjut, Andie berharap penyelesaian masalah ini dapat segera terselesaikan. Sebab, TMS yang selama ini digunakan oleh Bhayangkara FC masih dengan nama “Persebaya Surabaya” dan memang hak miliki klub yang berdiri pada 1927 itu. Semua itu terjadi akibat dualisme yang tengah menyelimuti keduanya.

Akun TMS sangat penting bagi sebuah klub sepak bola untuk melakukan aktifitas transfer pemain asing. Tanpa itu, Persebaya jelas akan kesulitan untuk mendatangan legiun impor.

Musim lalu, kebetulan kedua klub bermain di kasta yang berbeda. BFC berada di Liga 1, sedangkan Persebaya di Liga 2. Di Liga 2, Persebaya tidak memerlukan akun TMS karena regulasi tidak membolehkan penggunaan pemain asing. Namun, masalah akan muncul karena musim depan Persebaya berkompetisi di kasta yang sama dengan BFC.

Berita Terkait