Persebaya Mengklaim Belum Terima Hadiah Juara Liga 2

oleh Aditya Wany diperbarui 16 Feb 2018, 19:08 WIB
Bek Persebaya, Fandry Imbiri (kiri), bersama Bonek mengangkat piala merayakan gelar juara Liga 2 usai mengalahkan PSMS pada laga final di Stadion GBLA, Bandung, Selasa (28/11/2017). Persebaya menang 3-2 atas PSMS. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Sleman - Sudah dua bulan lebih momen euforia keberhasilan Persebaya Surabaya meraih gelar Juara Liga 2 2017. Dengan otomatis bakal tampil di Liga 1 musim ini, klub berjulukan Bajul Ijo itu sudah mempersiapkan diri untuk menatapnya. 

Namun, hingga kini belum ada kejelasan perihal hadiah tersebut yang seharusnya menjadi hak milik Persebaya. Tidak ada informasi yang disampaikan oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator liga mengenai hal tersebut. Hal itu disampaikan oleh Manajer Persebaya, Chairul Basalamah. 

Advertisement

“Hadiah juara (Liga 2) masih belum cair. Padahal, kami sudah kirim surat resmi dan email ke PT LIB. Sempat juga tanya langsung. Tapi, ya begitulah, responnya lambar. Tidak ada kejelasan sampai hari ini,” kata pria yang akrab disapa Abud itu saat dihubungi oleh Bola.com, Jumat (16/2/2018).

Seharusnya, Persebaya bisa menerima uang senilai Rp 1 Milyar dari kemenangan musim lalu. Sejauh ini, Abud mengaku masih menunggu kepastian dari PT LIB. Dia pun berharap komunikasi yang dijalin oleh timnya bisa berjalan lancar. 

“Sebenarnya belum cairnya hadiah ini tidak menganggu keuangan klub, karena kalau mengandalkan memang tidak mungkin. Tapi, itu cukup berarti karena memang sudah menjadi hak kami. Masak jadi kebiasaan tidak membayar begini,” imbuh pria 38 tahun itu. 

Lebih lanjut, Abud malah menyebutkan pihaknya sudah banyak mengalah selama musim lalu. Itu termasuk dengan hak siar yang tidak didapatnya. Persebaya menjadi klub Liga 2 dengan pertandingan paling banyak disiarkan secara langsung melalui televisi. 

Hanya satu pertandingan saja yang tidak tersaji secara langsung. Itu terjadi kala Bajul Ijo melawat ke markas Martapura FC pada babak grup (30/4/2017). Hal itu berbeda dengan klub Liga 1 yang mendapat hak siar dari PT LIB. 

“Malah Persebaya banyak memberi pemasukan karena hampir semua pertandingan live. Kami sudah mengalah di banyak hal. Di Liga 2, rating kami paling tinggi selama musim lalu,” tandas Abud.