Komentar Alfarizi perihal Kartu Merah di Laga Arema Vs Mitra Kukar

oleh Iwan Setiawan diperbarui 28 Feb 2018, 18:45 WIB
Bek Arema, Ahmad Alfarizi, berkomentar tentang kartu merahnya saat melawan Mitra Kukar (27/2/2018). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Samarinda - Pertandingan terakhir penyisihan Grup A Piala Gubernur Kaltim (PGK) II mempertemukan Arema FC kontra Mitra Kukar diwarnai dua kartu merah.

Wasit Thoriq Alkatiri mencabut kartu merah kepada Hendra Bayauw dari Mitra Kukar dan Ahmad Alfarizi dari Arema setelah keduanya bersitegang di menit ke-73.

Bagi Arema, hal itu merupakan kerugian besar karena mereka semakin krisis pemain belakang saat berlaga di semifinal.

Dalam rekaman ulang, Alfarizi berniat melakukan pressing. Namun, Bayauw terjatuh dan Alfarizi ikut menjatuhinya. Bayauw tidak terima dan melakukan sikutan kepada Alfarizi. Keduanya sempat bersitegang, namun segera dilerai pemain lain.

Setelah pertandingan yang dimenangi Arema dengan skor 3-1, Alfarizi bisa menahan emosi. Dia menghormati keputusan wasit. Pemain 27 tahun ini juga memahami kondisi yang dialami Bayauw yang sedang ngotot untuk mengejar keunggulan timnya atas Mitra Kukar waktu itu.

"Saya hormati keputusan wasit. Bayauw juga mungkin dia lelah sehingga tidak bisa menahan emosi," kata pemain yang pernah membela Persija Jakarta itu.

Advertisement

Di luar lapangan, Alfarizi mengaku sudah berdamai dengan Bayauw lantaran mereka sudah sering bertemu sebagai lawan di lapangan. "Saya juga tidak sempurna menahan emosi. Jadi ikut terpancing karena Bayauw cari gara-gara lebih dulu. Namun, sekarang sudah berdamai," imbuhnya.

Pelatih Arema FC, Joko 'Getuk' Susilo, ikut menyayangkan hukuman kartu merah tersebut karena sejak pertengahan pertandingan, dia seringkali mengingatkan pemain agar tidak terpancing emosi mengingat tensi pertandingan semakin tinggi dan pemain dalam kondisi yang lelah akibat jadwal padat.

"Saya seringkali ingatkan pemain agar bisa mengontrol emosi. Semoga pertandingan selanjutnya pemain bisa lebih tenang di lapangan," harapnya.

Khusus Bayauw, bukan kali ini saja dia menerima kartu merah pada pertandingan melawan Arema. Ketika masih membela Semen Padang musim 2014, dia juga dikartu merah wasit karena bersitegang dengan pemain muda Arema waktu itu, Irsyad Maulana.

Kejadian tersebut bermula dari hinaan Bayauw kepada Irsyad sehingga Irsyad terpancing emosi dan sempat beradu kepala di lapangan.