Menpora Berharap Liga 1 Jadi Penyejuk di Tahun Politik

oleh Aning Jati diperbarui 21 Mar 2018, 19:55 WIB
Pemain Bhayangkara FC merayakan keberhasilan meraih gelar juara Liga 1 2017 di Stadion Patriot Bekasi, Sabtu (12/11/2017). Bhayangkara kalah 1-2 lawan Persija. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Bola.com, Jakarta - Tahun 2018 merupakan tahun sibuk dalam kalender politik di Indonesia. Beberapa provinsi dan kabupaten/kota akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Bidang lain di negeri ini diprediksi akan terkena imbas dari kegiatan politik ini, tak terkecuali olahraga, khususnya sepak bola. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Imam Nahrawi, menitip pesan kepada seluruh elemen sepak bola Indonesia terkait hal itu.

Pesan itu disampaikan Menpora Imam Nahrawi seusai menemui Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Berlinton Siahaan, di Kantor Kemenpora, Jakarta, Rabu (21/3/2018).

"Yang penting, kita harus menjaga atmosfer kehidupan bermasyarakat karena tahun ini tahun politik, kami berharap sepak bola menjadi penyejuk dan perekat bangsa. Dengan Liga 1, kami harapkan pesta demokrasi betul-betul menjadi pesta menyenangkan serta menggembirakan," tutur Imam.

Advertisement

Lebih lanjut Menpora berusia 44 tahun itu menambahkan sepak bola dengan segala macam perbedaannya, harus bisa saling menjaga dan mendukung agar kondisi tetap nyaman dan tentram.

"Saya bersyukur kondisi suporter dari musim 2017 sudah rukun bahkan sejuk. Tolong, kondisi seperti ini dijaga oleh kita semua, termasuk menjaga fasilitas negara. Tidak boleh lagi ada yang merusak," pesan Imam Nahrawi.

Di sisi lain, Berlinton mengungkapkan saat Pilkada berlangsung di beberapa provinsi, kabupaten/kota, Liga 1 2018 akan diliburkan. Begitu pula saat momen Hari Raya Idul Fitri dan Asian Games 2018. 

"Khusus saat Bulan Puasa, pertandingan yang dimainkan hanya satu kali dalam satu hari dan digelar pada malam hari," kata Berlinton.

"Selain itu, untuk Timnas, kami sudah sepakat dengan klub, kalau ada pertandingan, klub wajib melepas pemain ke Timnas," imbuh Berlinton.