Zarco: Rossi dan Marquez Tuhan di MotoGP

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 20 Apr 2018, 19:10 WIB
Valentino Rossi belum melupakan insiden dengan Marc Marquez di MotoGP 2015. (AFP/Manan Vatsyayana)

Bola.com, Austin - Pembalap Yamaha Tech 3, Johann Zarco, menyebut MotoGP memiliki dua Tuhan, yaitu Valentino Rossi dan Marc Marquez. Pernyataan Zarco tersebut dilontarkan menyusul mencuatnya kontroversi yang melibatkan kedua pembalap di MotoGP Argentina, dua pekan lalu. 

Advertisement

"Kami punya dua Tuhan. Vale adalah yang pertama. Marc merupakan Tuhan yang kedua karena dia melalukan hal-hal luar biasa," kata Zarco, seperti dilansir Speedweek, Jumat (20/4/2018). 

Zarco juga mengomentari sanksi yang dijatuhkan Race Direction setelah Marquez dan Rossi bersenggolan di MotoGP Argentina. Insiden tersebut terjadi pada lap ke-19, yang sempat membuat Rossi terjatuh. The Doctor mampu melanjutkan balapan dan finis di posisi ke-19. Marquez dijatuhi penalti 30 detik sehingga menyudahi balapan di posisi ke-18. 

"Dia (Marquez) dihukum dan tak mendapat poin di Argentina. Mungkin itu hukuman terberat baginya. Jika kita mengingat apa yang terjadi pada Malaysia 2015 (Rossi terlibat clash dengan Marquez di Sepang), rasanya lucu. Saat itu, Marc-Vale juga terlibat insiden," kata Zarco. 

"Apa hukumannya saat itu? Casey Stoner mengatakan Vale seharusnya kena bendera hitam. Tapi, dia diizinkan merampungkan balapan. Lalu ada solusi politis dengan start dari urutan paling belakang di Valencia," sambung dia. 

Zarco mengatakan para pembalap seharusnya berbicara bersama dan mencari solusi. Menurut pembalap asal Prancis itu, pembalap harus mengontrol pertikaian. 

"Kami punya orang baik dalam diri Race Direction, melakukan yang terbaik untuk kami. Kami tak bisa menggantikan mereka, karena mereka melalukan tugasnya dengan baik untuk keselamatan kami," imbuh Zarco. 

Setelah perselisihan panas di Argentina, Valentino Rossi dan Marc Marquez akan kembali terlibat bentrok di sirkuit pada balapan MotoGP AS, di Circuit of The Americas, Minggu (22/4/2018) waktu setempat. 

 

Berita Terkait