Gagal di Piala AFF, Indra Sjafri Bersiap Bongkar Skuat Timnas Indonesia U-19

oleh Ario Yosia diperbarui 19 Jul 2018, 21:15 WIB
Gelandang Timnas Indonesia U-23, Egy Maulana, mengontrol bola saat uji coba melawan Timnas Indonesia U-19 di Lapangan ABC Senayan, Jakarta, Sabtu (24/2/2018). Timnas U-23 menang 5-0 atas Timnas U-19. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Jakarta - Kegagalan membawa Timnas Indonesia U-19 menjadi kampiun Piala AFF U-19 2018 membuat Indra Sjafri langsung berbenah. Salah satunya dengan memanggil pemain anyar untuk menambal kelemahan tim asuhannya.

Berstatus sebagai tuan rumah, Tim Garuda Nusantara gagal melaju ke partai final Piala AFF U-19 usai tumbang dari Malaysia pada babak semifinal lewat drama adu penalti. Egy Maulana Vikri dkk. mengakhiri turnamen dengan menempati peringkat ketiga.

Advertisement

Usai gagal, Indra langsung melakukan evaluasi. Dalam waktu dekat, dia akan melakukan pertemuan dengan PSSI untuk membahas pencapaian timnnya di Piala AFF U-19, sekaligus persiapan Timnas U-19 untuk Piala Asia U-19 yang bakal bergulir pada 18 Oktober-4 November mendatang.

"Kami sudah sepakat bahwa setelah Piala AFF kami akan menyerahkan laporan ke PSSI dan kami akan membahas atau mengevalusi apa-apa yang harus kami perbaiki ke depan. Dalam pertemuan juga akan dib=bicarakan program Timnas U-19 untuk menuju perhelatan Piala Asia di periode bulan Oktober-November," ujar Indra di Hotel Westin, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (19/7/2018).

Pada Piala Asia U-19 nanti, Indra membuka peluang untuk memanggil pemain baru. Namun meski begitu, para pemain yang berlaga di Piala AFF beberapa waktu lalu tetap akan dipanggil untuk dilihat kembali penampilannya.

"Sekarang saya lagi menyusun periodesasi persiapan Timnas U-19, termasuk rekruitmen pemain baru. Tapi yang jelas semua pemain yang kemarin ikut di Piala AFF akan kami panggil ulang untuk dilihat kualitas mereka jika dibandingkan dengan pemain-pemain baru nanti," kata mantan pelatih Bali United ini.

Lebih lanjut, Indra menegaskan akan menggunakan sistem promosi dan degradasi dalam proses pemilihan pemain. Hal tersebut dilakukan sampai dia menemukan skuat yang sesuai keinginannya.

"Prinsipnya untuk timnas usia muda seperti U-16 dan U-19 itu adalah wadah untuk menjaring atau menyiapkan generasi-generasi untuk menjadi pemain-pemain senior yang betul-betul kualitasnya terjamin. Oleh sebab itu, di usia semuda itu promosi dan degradasi sebuah kewajabaran. Frekuensinya akan sangat tinggi," ucap Indra Sjafri. (Fitri Apriani)

Sumber: Bola.net

 
 

Berita Terkait