Ayah Stephen Curry Berbagi Resep Mencetak Sang Putra Menjadi Bintang NBA

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 08 Sep 2018, 07:15 WIB
Stephen Curry dan Dell Curry (dua dari kiri) pada acara di Mall of Asia Arena, Manila, Filipina, Jumat (7/9/2018). (Bola.com/Yus Mei Sawitri)

Laporan Yusmei Sawitri dari Manila - Tur Asia Stephen Curry di Mall of Asia Arena di Manila, Filipina, Jumat (7/9/2018), terasa spesial karena juga dihadiri kedua orang tuanya, Dell dan Sonya Curry. Bahkan, Stephen Curry dan Dell sempat mengikuti game ayah-anak shooting star pada event yang digelar Under Armour itu.

Advertisement

Pada game ayah-anak tersebut, Dell dan Stephen keluar sebagai pemenang. Tembakan mereka berdua menghasilkan lebih banyak poin dibanding pasangan ayah-anak Willie Miller (mantan MVP PBA) dan Dre. 

Dell yang sudah berusia 54 tahun masih lincah dan akurat saat melakukan tembakan dua poin maupun tiga angka. Bahkan, pada game tersebut tembakannya lebih banyak yang menemui sasaran dibanding yang dilakukan Stephen Curry. 

Pada acara itu, Dell juga berbagi beberapa resep kesuksesannya mendidik Curry. Sudah menjadi rahasia umum, Dell merupakan salah satu sosok di balik kesuksesan Curry. Apalagi, Dell juga merupakan mantan pemain NBA. 

"Setiap anak punya karakter, setiap anak punya talenta, maksimalkan. Terus berlatih keras. Yang terpenting, pastikan Anda menikmati dengan gembira permainan basket itu," kata Dell, di hadapan sekitar 12 ribu penonton di Mall of Asia Arena. 

Dell juga berbagi rahasia mengejutkan. Ternyata, dia sempat melarang Stephen Curry berlatih tembakan tiga angka saat masih bocah. Langkah itu diambil supaya Stephen Curry memilliki kebiasaan menembak dengan baik. 

"Pastikan mereka (anak-anak) menembak di area dua poin. Kami tak membiarkan Steph menembak tiga poin saat masih anak-anak, setidaknya hingga usia 8 tahun sampai 9 tahun," kata Dell. 

Kedisiplinan Dell mendidik Stephen Curry tak sia-sia. Sang putra telah menjelma menjadi salah satu bintang NBA, bahkan dianggap sebagai penembak terhebat dalam sejarah NBA. 

Curry juga menjadi penembak tiga angka paling mematikan. Pada musim 2015-2016, dia membukukan 402 kali tembakan tiga angka dalam semusim, yang merupakan rekor baru. 

Stephen Curry juga sudah mengantongi tiga gelar juara NBA serta dua kali dinobatkan sebagai Most Valuable Player.