Reaksi Mario Gomez soal Sanksi Berat untuk Persib Bandung

oleh Erwin Snaz diperbarui 02 Okt 2018, 14:05 WIB
Pelatih Persib, Mario Gomez. (Bola.com/Muhammad Ginanjar)

Bola.com, Bandung - Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez menganggap saksi yang dijatuhkan Komisi Disiplin PSSI, Selasa (2/10/2018), keterlaluan. Namun, dia belum mau berkomentar banyak karena belum ada pemberitahuan resmi dari manajemen Persib soal sanksi tersebut.

Advertisement

"Saya tidak mau bicara apa-apa sebelum ada obrolan dengan Umuh Muhtar (Manajer Persib). Jika sanksi itu sudah resmi baru saya bicara. Saya tidak akan ngomong karena tidak ada yang memberi tahu saya kecuali kalian (wartawan), tapi tolong saya mau ngobrol dulu sama Umuh Muchtar," ucap Gomez di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (2/10/2018).

Pelatih asal Argentina itu juga mengatakan sanksi untuk para pemain Persib, Ezechiel Ndouasel (larangan 5 kali bertanding), Bojan Malisic (4 pertandingan), Jonatan Jesus Bauman (2 pertandingan) hingga Ardi Idrus (teguran keras) sangat merugikan.  

"Jika resmi soal sanksi untuk Ezechiel dan pemain yang lain maka keputusan itu benar-benar gila dan keterlaluan. Kami lebih baik tidak main," tegas eks asisten pelatih Valencia dan Inter Milan tersebut.

Menurut Gomez, sanksi yang diterima Persib terlalu banyak. "Lebih baik tidak perlu bertanding. Saya ulangi lebih baik tidak usah bertanding karena ini terlalu banyak. Kenapa tidak ambil keputusan ini ketika kami melawan Arema, kenapa setiap saat itu selalu melibatkan Persib, mungkin karena kami menang, itu yang membedakan," ucap Gomez lagi.

Gomez mengaku akan mempertanyakan lebih dulu ke manajemen Persib soal kebenaran sanksi yang telah dikeluarkan PSSI untuk Persib Bandung.

 

2 dari 2 halaman

Sanksi Berlapis

PSSI telah mengumumkan sanksi untuk klub Liga 1, Persib Bandung, terkait insiden tewasnya suporter jelang laga Persib Bandung vs Persija Jakarta 23 September 2018. Dari hasil sidang Komite Disiplin, telah disimpulkan ada beberapa pelanggaran kode disiplin.

Beberapa pelanggaran yang dimaksud yakni, suporter Persib melakukan intimidasi kepada ofisial Persija pada saat MCM (pertemuan teknis), melakukan sweeping, pengeroyokan dan pemukulan terhadap suporter Persija hingga tewas sebelum pertandingan.

Komdis juga menilai panitia penyelenggara pertandingan gagal memberikan rasa aman dan nyaman terhadap suporter yang datang menonton.

Terkait dengan pelanggaran ini, Komite Disiplin memutuskan memberikan hukuman kepada klub Persib Bandung berupa sanksi pertandingan home di luar Pulau Jawa (Kalimantan) tanpa penonton sampai akhir musim kompetisi 2018 dan pertandingan home tanpa penonton di Bandung sampai setengah musim kompetisi tahun 2019.

Untuk suporter dan penonton, Komdis juga memberikan sanksi berupa larangan untuk menyaksikan pertandingan Persib Bandung pada saat kandang maupun tandang serta pertandingan Liga 1 lainnya sejak putusan ini ditetapkan sampai setengah musim kompetisi 2019.

Sementara untuk panitia penyelenggara pertandingan, sanksinya adalah menghukum ketua panitia pelaksana pertandingan dan security officer berupa larangan ikut serta dalam kepanitiaan pertandingan Persib Bandung selama 2 (dua) tahun.

Panpel Persib Bandung juga didenda sebesar Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah). Panpel Persib Bandung wajib memerangi dan melarang rasisme dan tulisan provokasi serta slogan yang menghina pada spanduk, poster, baju dan atribut lainnya dengan cara apa pun

Adapun untuk seluruh tersangka pengeroyokan Haringga Sirla, Komdis memutuskan sanksi larangan menonton sepakbola di wilayah Republik Indonesia seumur hidup.

 

Berita Terkait