Kepala Kru Honda: Marc Marquez Seperti Rafael Nadal

oleh Yus Mei Sawitri diperbarui 23 Okt 2018, 08:30 WIB
Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, saat beraksi pada sesi latihan bebas ke tiga di Sirkuit Motegi, Jepang, Sabtu (20/10/2018). Marc Marquez finis diurutan ke empat dengan catatan waktu 45.289 detik. (AFP/Martin Bureau)

Bola.com, Motegi - Kepala Kru Honda, Santi Hernadez, mengatakan kesuksesan Marc Marquez selama enam tahun berkiprah di MotoGP tak datang begitu saja. Menurut Hernandez, kerberhasilan tersebut tak lepas dari modal determinasi, kerja keras, dan berbagai faktor lain yang dimiliki Marquez. 

Advertisement

Hernadez mengatakan dari beberapa sisi, Marquez sangat mirip dengan icon olahraga yang juga sama-sama berasal dari Spanyol, Rafael Nadal. Petenis kebanggaan Spanyol itu memiliki karakter yang juga ada dalam diri Baby Alien, julukan Marquez. 

"Marc seperti Nadal, seorang pria yang tak pernah menyerah, berani mengambil risiko, dan memberikan segalanya. Contohnya seperti saat dia mengalahkan Roger Federer di Wimbledon (2008), yang secara teori bukan lapangan terbaik untuknya," kata Hernandez, seperti dilansir Motorsport, Senin (22/10/2018). 

"Mereka adalah pria yang pada momen yang sangat kritis mampu melakukan sesuatu yang mustahil," imbuh Hernandez. 

Hernandez dan Marquez telah bekerja sama sejak 2011. Saat itu, Marquez baru promosi ke Moto2 setelah jadi juara dunia 125cc pada 2010. 

Mereka mengoleksi enam titel juara dunia selama tujuh tahun bekerja sama. Perinciannya, Marc Marquez mengukir satu gelar juara dunia di Moto2 pada 2012 dan lima di MotoGP pada 2013, 2014, 2016, 2017 and 2018.

 

2 dari 2 halaman

Konsistensi

Petualangan Marc Marquez di MotoGP juga bisa dibilang mendekati sempurna. Dalam enam musim, dia berhasil merengkuh lima gelar juara dunia. 

Satu-satunya gelar yang lepas adalah pada musim 2015. Saat itu gelar juara dunia MotoGP terbang ke pelukan Jorge Lorenzo yang masih memperkuat Movistar Yamaha. 

Kegagalan pada 2015 direspons Marquez dengan meyakinkan. Dia menjawabnya dengan mencatat hattrick gelar. 

Marc Marquez bertambah dewasa di lintasan. Dia juga berhasil menjaga konsistensinya, sehingga sulit disaingi oleh pembalap-pembalap lain seperti Valentino Rossi, Andrea Dovizioso, hinggaa Jorge Lorenzo. 

Berita Terkait