Piala AFF 2016: Patah Hati Bercampur Kebanggaan

oleh Aning Jati diperbarui 04 Nov 2018, 10:15 WIB
Kilas balik kiprah Timnas Indonesia di Piala AFF 2016 yang menghadirkan kerja keras, drama, hingga patah hati dan kebanggaan. (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Piala AFF 2016 meninggalkan kenangan tak terlupakan buat pencinta sepak bola Indonesia. Kebanggaan namun juga perasaan bak patah hati, menyelimuti setiap insan suporter Timnas Indonesia.

Untuk kesekian kalinya, gelar juara perdana Piala AFF sudah begitu dekat, namun rupanya asa itu belum bisa terwujud. Untuk kelima kalinya, Indonesia hanya bisa jadi runner-up di turnamen sepak bola paling elite di level Asia Tenggara itu.

Advertisement

Di partai final, Timnas Indonesia kalah agregat gol 2-3 dari Thailand. Saat menjamu Thailand pada leg pertama final di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, 14 Desember 2016, Indonesia menang 2-1 lewat gol Rizky Pora dan Hansamu Yama. Namun, Thailand mampu mencuri gol tandang melalui Teerasil Dangda.

Pada leg kedua di Stadion Rajamangala, Bangkok, 17 Desember 2016, Timnas Indonesia takluk lewat dua gol Siroch Chattong. Timnas Indonesia pun harus puas pulang dengan status runner-up.

Sejatinya, sejak awal bermain di penyisihan Grup A bersama Singapura, Thailand, dan tuan rumah Filipina, Indonesia sudah harus berjuang ekstra keras. 

Tim asuhan pelatih Alfred Riedl ini dipaksa melalui pertandingan demi pertandingan dengan berpeluh. Di matchday pertama Grup A, Andik Vermansah dkk. menyerah 2-4 dari Thailand. Padahal, Timnas Indonesia sempat menyamakan skor jadi 2-2 sebelum akhirnya kalah.

Di matchday kedua melawan Filipina, Timnas Indonesia lagi-lagi harus bekerja keras. Tim Garuda, yang sudah unggul 2-1 hingga menit ke-68, terpaksa menelan pil pahit setelah Philip Younghusband mencetak gol penyama skor 2-2 pada menit ke-82.

Pertandingan ketiga di penyisihan Grup A tak kalah menegangkan. Dengan hanya mengantongi poin satu dari dua laga, Indonesia wajib memenangi pertandingan kontra Singapura jika ingin lolos ke semifinal.

Butuh kemenangan, justru the Lions mampu unggul lewat gol Khairul Amri, menit ke-27. Di saat itulah, Timnas Indonesia menunjukkan ketangguhannya pada situasi mendesak.

Timnas Indonesia bangkit dengan gol Andik Vermansah menit ke-62, dan Stefano Lilipaly memastikan kemenangan Tim Garuda dengan skor 2-1. Indonesia pun melaju ke semifinal sebagai runner-up Grup A, di bawah Thailand yang jadi juara grup, dengan poin empat. 

2 dari 4 halaman

Drama Semifinal

Pemain Indonesia, Andik Vermansah (kiri), berebut bola dengan pemain Vietnam, Vu Van Thanh, dalam laga leg pertama semifinal Piala AFF 2016 di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (3/12/2016). (Bola.com/Peksi Cahyo)

Berbarengan dengan kelolosan ke semifinal Piala AFF 2016, euforia kembali menyelubungi dunia sepak bola Indonesia. Fase empat besar pun ditatap dengan optimisme tinggi serta dukungan luar biasa dari suporter.

Tiket laga semifinal jadi barang yang sulit dicari menyusul tingginya antusiasme suporter menyaksikan langsung perjuangan Timnas Indonesia di Stadion Pakansari.

Di semifinal, Timnas Indonesia berjumpa Vietnam yang merupakan juara Grup B. Vietnam melaju ke empat besar dengan poin sempurna, sembilan, hasil sapu bersih kemenangan dari tiga laga. 

Namun, semangat baja plus dukungan suporter menghadirkan optimisme di kalangan pemain. Indonesia mendapat jatah menjamu lawan terlebih dulu.

Di hadapan Presiden Joko Widodo dan jajaran Menteri serta pejabat negara lain yang menyaksikan langsung di Stadion Pakansari, Tim Garuda mampu menundukkan Vietnam 2-1 pada leg pertama, 3 Desember 2016.

Perjuangan tak kenal takut kembali diperlihatkan Stefano Lilipaly cs. ketika ganti menyambangi markas lawan. Di bawah tekanan puluhan ribu pendukung the Golden Stars yang memadati Stadion My Dinh di Hanoi, 7 Desember 2016, Indonesia mampu memaksakan hasil imbang, skor 2-2.

Leg kedua semifinal Piala AFF 2016 ini diwarnai drama yang membuat jantung pencinta Tim Garuda berdegup lebih kencang. Mungkin Anda masih ingat, betapa pertandingan ini sangat menguras emosi.

Pertandingan berjalan sangat alot. Gol pertama baru tercipta pada menit ke-54. Stefano Lilipaly membuka gol untuk membuat Indonesia unggul 1-0.

Keuntungan dimiliki Indonesia lantaran sejak menit ke-76, Vietnam bermain dengan 10 pemain saja setelah kiper mereka, Tran Nguyen Manh, mendapatkan kartu merah karena menendang Bayu Pradana saat terjadi kemelut di depan kotak penalti.

Pelatih Timnas Vietnam, Nguyen Huu Thang, terpaksa menempatkan bek Que Ngoc Hai sebagai kiper karena jatah pergantian pemain sudah habis.

Namun, tim tuan rumah justru mampu comeback dan mencetak dua gol untuk berbalik unggul, pada menit ke-83 dan 90+3'. Dengan hasil sementara ini, agregat kedua tim sama kuat, 2-2.

Pertandingan dilanjutkan ke babak perpanjangan. Manahati Lestusen akhirnya membuat fan Tim Merah-Putih di manapun berada, bersorak meluapkan sukacita. Indonesia mendapatkan penalti pada menit 90+7', setelah Que Ngoc Hai melanggar Ferdinand Sinaga di kotak terlarang.

Mahanati yang maju sebagai eksekutor, mampu mengecoh bek yang jadi kiper itu untuk menyelamatkan Timnas Indonesia dari kekalahan sekaligus membuat agregat kedua menjadi 4-3 untuk keunggulan Indonesia. 

3 dari 4 halaman

Berbagai Tantangan

Pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl, memberikan arahan kepada anak asuhnya saat berlatih jelang Piala AFF 2016 di Lapangan Sekolah Pelita Harapan, Banten, Selasa (15/11/2016). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Keberhasilan melaju ke partai final sejatinya pantas mendapat kredit positif. Pasalnya, itu jadi prestasi apik sejak 2010. Pada Piala AFF edisi 2012 dan 2014, Indonesia tersingkir di fase penyisihan grup. Timnas Indonesia bahkan berangkat ke Piala AFF 2016 dengan status underdog.

Belum lagi, persiapan jelang Piala AFF 2016 terbilang mepet. Pelatih Alfred Riedl kepada Bola.com, sempat mengungkap ia harus berjibaku dengan persoalan pemilihan pemain lantaran ada pemain yang berpotensi masuk skuat mengalami cedera, semisal Irfan Bachdim, Ichsan Kurniawan, dan Dian Agus Prasetyo.

Alfred juga harus berhadapan dengan tarik ulur pemain dengan klub hingga mepetnya waktu pemusatan latihan.

Kompetisi domestik yang masih bergulir memaksa Alfred hanya bisa menarik dua pemain dari setiap klub peserta TSC 2016 sebagai bagian kesepakatan PSSI dengan klub.

Sekadar mengingatkan, penunjukan Alfred Riedl sebagai pelatih Timnas Indonesia di Piala AFF 2016 jadi kejutan mengingat pelatih asal Austria itu tak menjalani fit and proper test calon pelatih Timnas yang digelar Komite Teknik dan Pengembangan PSSI serta tim panelis.

Tiga pelatih yang hadir memenuhi panggilan tes kepatutan dan kelayakan dan untuk membeberkan pemaparan mereka adalah Nilmaizar, Rahmad Darmawan, dan Indra Sjafri. Namun, nama Alfred Riedl sudah diapungkan Kelompok 85 hingga akhirnya resmi kembali membesut Timnas Indonesia.

Piala AFF 2016 jadi yang ketiga buat Alfred lantaran sebelumnya ia sudah bersama Tim Garuda pada Piala AFF 2010 dan 2014. Namun, Alfred gagal membawa Timnas Indonesia memenangi gelar juara dalam tiga edisi itu.

Kegagalan jadi juara di Piala AFF 2016, di satu sisi membuat fan patah hati karena untuk kelima kalinya, Indonesia harus puas jadi nomor dua. Di sisi lain, perjuangan pemain di lapangan mendatangkan kebanggaan.

4 dari 4 halaman

Data Timnas Indonesia di Piala AFF 2016

Stefano Lilipaly dan Manahati Lestusen berpelukan usai kalah dari Thailand pada laga final leg kedua Piala AFF 2016 di Thailand, (17/12/2016). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Pemain Timnas Indonesia

Kiper: Kurnia Meiga, Teja Paku Alam, Andritany Ardhiyasa

Belakang: Beny Wahyudi, Abduh Lestaluhu, Abdul Rachman, Yanto Basna, Fachrudin Wahyudi Aryanto, Hansamu Yama, Manahati Lestusen, Gunawan Dwi Cahyo

Tengah: Evan Dimas, Stefano Lilipaly, Zulham Zamrun, Rizki Pora, Dedi Kusnandar, Bayu Gatra, Bayu Pradana, Andik Vermansah

Depan: Boaz Solossa, Ferdinand Sinaga, Lerby Eliandry, Muchlis Hadi Ning Syaifulloh

Perjalanan 

Penyisihan Grup A

19 November 2016 Thailand vs Indonesia 4-2 (Peerapat Notchaiya 4', Teerasil Dangda 36', 79', 90+4'/Boaz Solossa 53', Lerby Eliandry 56')

Stadion: Philippine Sports Stadium, Bocaue

22 November 2016 Indonesia vs Filipina 2-2 (Fachrudin Wahyudi 7', Boaz Solossa 68'/Misagh Bahadoran 31', Philip Younghusband 82')

Stadion: Philippine Sports Stadium, Bocaue

25 November 2017 Singapura vs Indonesia 1-2 (Khairul Amri 27'/Andik Vermansah 62', Stefano Lilipaly 85')

Stadion: Rizal Memorial, Filipina

Semifinal

3 Desember 2016 Indonesia vs Vietnam 2-1 (Hansamu Yama 7', Boaz Solossa 50' (p)/ Nguyen Van Quyet 17' (p)

Stadion: Pakansari, Cibinong

7 Desember 2018 Vietnam vs Indonesia 2-2 (Vu Van Thanh 83', Vu Minh Tuan 93'/Stefano Lilipaly 54', Manahati Lestusen 97')

Stadion: My Dinh, Hanoi

Final

14 Desember 2016 Indonesia vs Thailand 2-1 (Rizky Pora 65', Hansamu Yama 70'/Teerasil Dangda 33')

Stadion: Pakansari, Cibinong

17 Desember 2016 Thailand vs Indonesia 2-0 (Siroch Chattong 38', 47')

Stadion: Rajamangala, Bangkok

Berita Terkait