Pelatih Persebaya: David da Silva Pemain Malas

oleh Aditya Wany diperbarui 19 Nov 2018, 13:45 WIB
Penyerang Persebaya, David da Silva (kiri), merayakan gol ke gawang Bali United di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (18/11/2018). (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Gianyar - Pelatih Persebaya Surabaya, Djadjang Nurdjaman, menilai striker David da Silva sebagai sosok pemain yang malas. Padahal, dia mencetak hattrick saat Persebaya menang 5-2 atas Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (18/11/2018).

Advertisement

Tetapi, kalimat yang dimaksud pelatih yang akrab disapa Djanur itu dalam konteks positif, untuk menggambarkan permainan Da Silva. Sebelum cedera, striker asal Brasil itu dinilai sebagai pemain yang tidak mau membantu lini belakang.

Namun, belakangan Da Silva mampu memberikan kontribusi apik lewat gol-golnya. Dia juga tampil membantu pertahanan saat Persebaya mendapat serangan lawan. Dia berada di area kota penalti tim sendiri dalam situasi sepakan bebas atau tendangan sudut.

Saat ditanyai Bola.com mengenai hal ini, Djanur merespons dengan sedikit tersenyum. Dia mengaku memberikan instruksi khusus kepada Da Silva agar semakin mengukuhkan timnya.

"Sebelum cedera, saya menilai David agak sedikit malas. Saya sampaikan, 'ketika main tanpamu, semua pemain bekerja. Ketika bermain sebagai striker, Osvaldo Haay juga membantu pertahanan. Kamu juga harus melakukan itu', kata Djanur.

Secara khusus, selama pertandingan Persebaya melawan Bali United, David tidak segan melakukan duel udara dengan menghalau upaya lawan mencetak gol lewat sundulan. Posturnya yang mencapai 185 cm sangat menunjang upaya berduel dengan pemain depan Serdadu Tridatu.

 

2 dari 2 halaman

Tugas Tambahan

Dalam situasi itu, Osvaldo Haay kemudian tampil menjadi pemain yang berada di posisi terdepan. Dia menjadi striker menggantikan Da Silva, yang kemudian mencetak dua gol selain hattrick kreasi Da Silva.

"Saya pikir itu menjadi tambahan order buat dia, dan dia melakukan itu dengan baik," imbuh pelatih asal Majalengka itu.

Kemalasan Da Silva juga bisa merujuk pada pergerakannya saat tidak membawa bola. Dia terlihat berjalan santai sambil mencari celah. Begitu mendapat umpan dari gelandang, dia langsung beraksi dengan dribel dan mencetak gol.

Di sisi lain, Da Silva merasa tidak terbebani dengan tugas baru ini. Pemain berusia 29 tahun itu justru merasa senang bisa bekerja dan membuat Persebaya mendapat tiga poin.

"Saya berada di Persebaya untuk membantu memenangkan pertandingan. Selama saya bisa, kenapa saya tidak melakukannya? Saya merasa senang bisa membantu tim menang dan bisa mencetak gol," ucapnya kepada Bola.com.