Kota Surabaya Istimewa di Mata Simon McMenemy

oleh Aditya Wany diperbarui 25 Nov 2018, 14:45 WIB
Pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy. (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Surabaya - Pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy, bernostalgia dalam lawatan ke Surabaya bersama tim asuhannya. Bhayangkara FC bakal meladeni Persebaya pada laga pekan ke-32 Gojek Liga 1 bersama Bukalapak di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (26/11/2018).

Advertisement

Surabaya bukan kota yang asing buat pelatih asal Skotlandia itu. Simon mengawali petualangan menangani Bhayangkara FC dari Kota Pahlawan pada awal musim 2017.

Istrinya, Sarah McMenemy, sedang hamil besar saat menemani Simon pindah ke Surabaya. Putra pertama pasangan tersebut, Hunter James McMenemy, juga lahir di Surabaya pada 12 April 2017.

Berkat semua hal itu, Simon merasa Surabaya merupakan kota yang istimewa di matanya. Pria berusia 40 tahun itu mengaku menemukan banyak kenyamanan di ibu kota provinsi Jawa Timur ini.

"Saya sangat mencintai kota ini. Surabaya kota yang hebat untuk bertempat tinggal. Saya sangat bangga anak saya lahir di kota ini," kata Simon saat menjawab pertanyaan dari Bola.com, Minggu siang (25/11/2018).

"Fasilitas yang dimiliki kota ini sangat lengkap dan suasananya membuat nyaman Saya sangat menikmati hidup di Surabaya. Saya sudah melewati banyak petualangan di beberapa kota, tapi Surabaya kota favorit saya di Indonesia," imbuhnya.

Sebelum menangani Bhayangkara, Simon pernah melatih dua klub berbeda yang berbasis di kota yang berbeda pula. Dua klub itu adalah Mitra Kukar (Tenggarong) dan Pelita Bandung Raya (Bandung) pada 2011-2013.

Setelah itu, dia melanjutkan petualangan di Maladewa dan Filipina dengan melatih New Radiant dan Loyola. Kepindahannya ke Surabaya pada awal 2017 disebabkan karena Bhayangkara awalnya memang berbasis di kota ini.

Pada April 2017, Bhayangkara FC kemudian memutuskan untuk pindah markas ke Stadion PTIK, Jakarta. Simon kemudian ikut memboyong Sarah dan Hunter untuk tinggal di ibu kota Indonesia itu hingga saat ini.

"Sebenarnya momen sulit saat kami harus pindah ke Jakarta. Istri dan anak saya sekarang sudah tinggal di Jakarta. Sempat ada sedikit masalah saat pindah. Tapi, hidup kami harus berlanjut" kenangnya.