Djanur dan Nostalgia Duel Persebaya Vs PSMS di Liga 2 2017

oleh Aditya Wany diperbarui 29 Nov 2018, 09:45 WIB
Pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman. (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Surabaya - 28 November 2017 atau setahun silam, menjadi hari yang sangat bersejarah bagi Persebaya. Pada tanggal itu, klub berjulukan Bajul Ijo itu memastikan diri sebagai juara Liga 2 2017.

Advertisement

Mereka berhasil mengalahkan PSMS Medan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung. Dalam waktu normal, laga berakhir dengan skor 2-2, dan Persebaya unggul 3-2 berkat gol penentu kemenangan Irfan Jaya pada babak perpanjangan waktu.

Saat itu Djadjang Nurdjaman, yang kini menjadi pelatih Persebaya, masih menangani PSMS. Dia pun mengungkapkan kenangannya bersama Persebaya, meski saat itu berada di klub yang berbeda.

"Setahun lalu, saya bersama PSMS melawan Persebaya di final Liga 2. Saat itu, kami bertarung memperebutkan gengsi di kasta kerdua. Sebenarnya, euforianya sudah tidak di final," kata pria yang akrab disapa Djanur itu kepada Bola.com, Rabu (28/11/2018).

"Persebaya dan PSMS sama-sama memastikan lolos ke Liga 1 saat menang di semifinal. Secara emosional, laga final itu tidak sama dengan semifinal yang deg-degan. Tapi, saat itu Persebaya bermain baik dan mencatat sejarah sebagai juara Liga 2," kenang Djanur.

Dari momen final itulah, Djanur merasa sangat terkesan dengan permainan Persebaya. Sejak pertandingan tersebut, dia sudah memiliki keinginan untuk menangani Persebaya.

"Saya melihat permainan Persebaya saat itu sudah kelihatan bagus dan cocok dengan gaya tim yang saya mau. Persebaya memainkan ball possession dan membuat PSMS kesulitan. Pertandingan itu membuat saya terkesan sekali," ucap mantan pelatih Persib Bandung itu.

"Saya langsung terbersit keinginan suatu saat bisa melatih Persebaya. Materi pemain di klub juga cukup bagus untuk menunjang permainan menyerang. Alhamdulillah, sekarang sudah kesampaian dan bergabung di sini," tuturnya.

2 dari 2 halaman

Memori perihal Bonek

Selain gaya permainan Bajul Ijo, Djanur juga sangat mengingat memori kehadiran Bonek di Bandung. Kelompok suporter Persebaya itu berbondong-bondong berangkat dari Surabaya ke Kota Kembang demi mendukung tim kebanggaan sejak babak 8 besar.

Kehadiran Bonek juga mendapat sambutan positif dari Viking, suporter Persib, selama berada di Bandung. Dua kelompok suporter ini dikenal menjalin persaudaraan sejak lama.

"Saat main di Bandung itu membuat saya tidak kesulitan karena saya selama ini tinggal di Bandung. Saya lihat di jalanan banyak sekali Bonek berada di kota itu. Di mana-mana ada Bonek," ujar Djanur.

"Di pertandingan final, stadion dihijaukan suporter, kebetulan Persebaya dan PSMS sama-sama memiliki jersey warna hijau. Tapi, saya melihat hijaunya Bonek lebih mendominasi," ungkapnya.

Kini, Djanur dalam persiapan membawa Persebaya melakoni partai tandang di pekan ke-32 Gojek Liga 1 bersama Bukalapak. Tim asuhannya bakal berjumpa PSMS di Stadion Teladan, Medan, Sabtu (1/12/2018).