Tanggapan Menpora Terkait Bencana Tsunami yang Terjang Banten dan Lampung

oleh Muhammad Ivan Rida diperbarui 23 Des 2018, 17:44 WIB
Menpora Imam Nahrawi (kedua kanan) saat memberi keterangan terkait OTT yang dilakukan oleh KPK tentang dana hibah Kemenpora ke KONI, di Jakarta, Rabu (19/12). Dalam keterangannya Imam meminta maaf kepada masyarakat. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Bola.com, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, turut berduka atas bencana tsunami yang melanda Banten dan Lampung, Sabtu (23/12/2018) malam WIB.

Advertisement

Musibah itu menewaskan 168 jiwa, 745 korban luka-luka, serta puluhan lainnya dikabarkan hilang. Bencana tersebut juga menerjang Rombongan Kemenpora yang tengah mengadakan Pelatihan SDM, yakni dari Unit Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Keolahragaan Nasional (PP ITKON).

Melalui rilis Kemenpora, ada satu korban dari keluarga karyawan yang meninggal di tempat. Tim Tanggap Kemenpora kemudian menuju ke lokasi untuk mengevakuasi korban lebih lanjut.

"Turut berduka cita sedalam-dalamnya atas musibah tsunami di Selat Sunda terutama Pantai Anyer yang terdampak paling parah. Doa terbaik kami untuk seluruh korban, tim evakuasi, serta keluarga yang ditinggalkan," kata Imam Nahrawi dalam keterangan resmi dari akun Instagram pribadinya.

"Anak Bapak Yudhi (Kabid PPITKON) dinyatakan meninggal dan jenazah sudah di rumah duka. Saat ini tim tanggap Kemenpora sudah menuju lokasi untuk membantu evakuasi yang terdiri dari dokter, paramedis, tim humas dan perangkat lainnya," tutur Menpora.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan peristiwa tsunami tersebut tidak dipicu gempa bumi. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita menduga tsunami yang terjadi di Selat Sunda akibat dari meletusnya vulkanik Gunung Anak Krakatau.