Indonesia Belajar dari La Liga dalam Membasmi Pengaturan Skor

oleh Benediktus Gerendo Pradigdo diperbarui 17 Jan 2019, 07:00 WIB
CEO PT Liga Indonesia Baru, Risha Adi Wijaya dan perwakilan La Liga, Ivan Codina dalam proses MoU di fX Soedirman, Rabu (16/1/2019) sore. (Bola.com/Benediktus Gerendo Pradigdo)

Bola.com, Jakarta - Pengaturan skor di dunia sepak bola ternyata banyak terjadi di belahan dunia mana pun, termasuk Spanyol. LaLiga selaku operator kompetisi sepak bola profesional Spanyol mengaku langsung menjalin kerja sama dengan pihak kepolisian untuk memerangi pengaturan skor.

Advertisement

“Match Fixing adalah masalah serius yang menjadi fokus utama. Saya mengetahui kabar masalah ini ramai di Indonesia,” ujar Managing Director LaLiga untuk Asia Tenggara, Jepang, Korea, dan Australia, Ivan Codina.

Dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara LaLiga dan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB), selaku operator kompetisi sepak bola profesional di Indonesia, satu di antara beberapa poin kerja sama adalah pengembangan perwasitan profesional.

Kedua belah pihak sepakat mempromosikan fair play dan membasmi pengaturan skor.

“Ketika Javier Tebas naik menjadi Presiden LaLiga, hal ini pun menjadi prioritas. Cara mengatasinya di negara kami adalah bekerja sama dengan polisi. Kami terus berusaha walau itu harus dilakukan selama bertahun-tahun,” lanjutnya.

Saat ini kepolisian Indonesia pun tengah mengusut kasus Pengaturan skor dengan membentuk Satgas Antimafia bola. Keterlibatan kepolisian diharapkan bisa mengungkap kasus kemudian diproses melalui hukum positif di Indonesia sekaligus memberikan efek jera.

Berita Terkait