Musisi Nick Gross Pimpin Sindikasi Rp145 Miliar untuk ReKTGlobal

oleh Nurfahmi Budi diperbarui 17 Jan 2019, 19:45 WIB
League of Legends

Bola.com, Jakarta - Pengusaha sekaligus musisi, Nick Gross memimpin sindikasi keuangan senilai 10,8 juta dolar AS atau sekitar Rp145 miliar untuk ReKTGlobal. Nama terakhir adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang layanan, infrastruktur dan pemilik tim electronic sports (e-Sports).

Konsorsium pimpinan Nick Gross tersebut bersedia menjadi investor setelah melihat rencana dan performa ReKTGlobal, yang juga memiliki organsasi e-Sports, Rogue. Nama Gross sendiri bakal masuk ke jajaran petinggi ReKTGlobal, sebagai perwakilan konsorsium.

Advertisement

"Nick Gross dan para investor terpilih akan bekerja keras bersama para ahli lain untuk mengembangkan sekaligus menghubungkan e-Sports dengan dunia hiburan. Kami berharap ReKTGlobal bisa semakin menyatu dalam industri e-Sports," tulis pernyataan ReKTGlobal.

Selain Nick Gross, nama lain yang sudah masuk dalam jajaran investor ReKTGlobal antara lain pemilik Rogue, Steve Aoki, anggota dari band Imagine Dragons sekaligus sang manajer, Mac Reynolds, Larry Rudolph, Jonny Gordon, dan pendiri Ozone Entertainment, Bret Disend.

 

2 dari 2 halaman

Program Sekolah

Deretan nama investor yang bergerak di berbagai bidang tersebut membuat manajemen ReKTGlobal yakin mereka akan semakin berkibat di pentas e-Sports. Satu di antara langkah terdekat ReKTGlobal adalah membiayai tim Rogue yang akan berpartisipasi dalam kejuaraan Eropa League of Legends (LEC). Event tersebut bakal berlangsung akhir pekan ini.

"Nick Gross dkk akan membawa kami menjadi kekuatan luar biasa di ranah e-Sports. Kami akan mendapatkan banyak sisi bisnis, termasuk para fan bintang-bintang itu dan supporter Rogue," tegas Amish Shah, Co-Founder ReKTGlobal.

Sementara itu, Nick Gross mengaku ingin terlibat setelah melihat rencana jangka panjang ReKTGlobal. Baginya, ReKTGlobal adalah model bagus bagi pengembangan e-Sports.

Secara khusus, Nick Gross mengungkapkan, sudah merancang skema khusus untuk e-Sports, khususnya di kawasan Amerika Serikat. "Saya memasukkan e-Sports ke kurikulum SMA, dan itu berhasil di sekolah kami. Nantinya, kami akan memberi beasiswa 450 ribu dolar AS (Rp6,5 miliar) bagi siswa yang tertarik," jelasnya.

Sumber: Dexertos