Kursi Kosong Membuat Atmosfer Piala Asia 2019 Tak Menggigit

oleh Aning Jati diperbarui 27 Jan 2019, 07:45 WIB
Seorang suporter membawa bendera negara saat mendukung Timnas Qatar saat laga Piala Asia 2019 di Zayed Sports City Stadium, Abu Dhabi (17/1/2019). (AFP/Khaled Desouki)

Bola.com, Jakarta - Selain drama di lapangan, ada satu hal lagi yang menarik perhatian selama penyelenggaraan Piala Asia 2019. Itu terkait penonton yang ada di setiap lama saat pertandingan berlangsung.

Uni Emirat Arab (UEA) sebagai tuan rumah menyiapkan delapan stadion di empat kota. Namun, sejauh ini jumlah penonton yang hadir langsung di stadion, masih belum bisa disebut menggembirakan.

Advertisement

Tak jarang bahkan saat pertandingan berlangsung, penonton di rumah yang menyaksikan tayangan dari layar kaca atau ponsel, bisa mendengar dengan jelas teriakan sang pelatih atau pemain di lapangan. Hal itu karena suasana stadion yang lengang, sepi dari ingar bingar teriakan atau sorakan puluhan ribu suporter yang membahana.

Kursi-kursi yang ada di stadion pada beberapa pertandingan terlihat kosong tanpa ada penonton. Hal ini memantik respons dari berbagai kalangan, semisal pelatih.

"Saya secara personal merasa atmosfer Piala Asia bisa sedikit lebih antusias, lebih mengasyikkan," kata Carlos Queiroz, pelatih Timnas Iran.

"Sejujurnya, tak hanya saya, tapi juga tim China, semuanya membicarakan hal ini. Mereka mengharapkan suasana yang lebih baik, atmosfer yang lebih antusias di segenap penjuru negeri dan di semua stadion," lanjut pelatih asal Portugal itu seusai laga kontra China pada laga perempat final Piala Asia 2019 (24/1/2019).

Queiroz ikut merasakan, lantaran tim asuhannya termasuk yang mendapat dukungan minimalis. Saat laga pertama di penyisihan Grup D kontra Yaman (7/1/2019), Stadion Mohammed bin Zayed di Abu Dhabi, yang berkapasitas 40 ribu hanya didatangi 5.000 orang saja.

Kemudian, tercatat hanya seribuan penonton saja yang menyaksikan laga-laga yang dimainkan Jepang maupun juara edisi 2015, Australia. Bahkan, UEA yang bertindak sebagai tuan rumah kerap bermain dalam stadion yang setengah kosong.

2 dari 2 halaman

Fans Diminta Pindah

Situasi ini bertolak belakang dengan slogan Piala Asia 2019, yakni Bringing Asia together, lantaran panpel diyakini kurang dalam usaha meyakinkan lebih banyak calon penonton untuk hadir di stadion.

Mohammed Khalfan Al Romaithi, ketua Otoritas Umum UEA untuk Olahraga, mengakui pihaknya mengharapkan partaisipasi yang lebih besar.

"Kami juga terkejut dengan minimnya suporter UEA. Ini budaya, yang saya harap akan berubah. Loyalitas harus selalu ada, menang atau kalah," ujarnya.

Dalam beberapa pertandingan, ofisial Piala Asia 2019 dikabarkan meminta kalangan fans yang hadir di stadion untuk pindah dari tribune awal mereka, menempati kursi-kursi yang kosong yang berada di tribune tepat di seberang kamera televisi.

Hal itu tentu dimaksudkan agar saat pertandingan berlangsung, dari siaran televisi akan terlihat penonton memadati stadion. 

Di sisi lain, Piala Asia 2019 saat ini sudah memasuki semifinal. Empat tim yang akan berebut masuk final itu adalah Iran, Jepang, Qatar, dan tuan rumah UEA.

Sumber: The Peninsula Qatar

Berita Terkait