Awarding Ceremony HSL 2018: Konsistensi SMA Negeri 23 Bandung Berbuah Runner-up

oleh Nurfahmi Budi diperbarui 22 Feb 2019, 16:23 WIB
Tim DOTA 2 SMA Negeri 23 Bandung, Jawa Barat, menerima apresiasi sebagai runner-up. (FOTO / HSL)

Bola.com, Jakartav- Tim SMA Negeri 23 Bandung, Jawa Barat, berhasil menjadi runner-up High School League (HSL) 2018. Seremoni pemberian penghargaan terhadap prestasi tersebut berlangsung di Bandung.

Menurut Lia Risniawati, Pembina Tim Esport SMA Negeri 23 Bandung, anak asuhnya tak mudah meraih prestasi memesona tersebut. Bahkan, mereka masih tak percaya bisa menembus babak final.

Advertisement

"Awalnya sekadar ikut, karena memang cukup lama memroses ke pihak sekolah. Namun, setelah bertanding dari fase regional, kami semakin yakin. Kuncinya ada di konsistensi dan kekompakan," terang Lia.

Cerita perjalanan tim SMA Negeri 23 Bandung hingga meraih posisi runner-up tak kalah dramatis. Bagaimana tidak, mereka harus bertanding ke venue yang cukup jauh dari sekolah, yakni ke area Batununggal, Bandung.

Namun, semua halangan tersebut tak membuat Fajar dkk menyerah. Pelan namun pasti, mereka bisa mengalahkan lawan-lawan di regional. Drama nyaris kalah menjadi 'makanan' setiap pertarungan.

"Kami sudah sering nyaris kalah, tapi itulah anak-anak, mereka tak ingin menyerah begitu saja. Bagi mereka, melangkah ke putaran final DOTA 2 HSL 2018 adalah hasrat tinggi," cerita Lia.

Ucapan Lia terkonversi dengan prestasi menawan anak asuhnya. Pada babak grand final, mereka berhasil tampil bagus, meski akhirnya kalah bersaing dengan rekan sekota, SMA Negeri 7 Bandung.

"Babak final menjadi pelajaran berharga bagi tim. Ini pengalaman yang luar biasa, dan saya yakin kami akan bisa menjadi juara pada HSL 2019 Season 1," tegas Lia.

Keberhasilan tim DOTA 2 SMA Negeri 23 Bandung mendapat apresiasi dari pihak penyelenggara. Sonny Hadi Sukotjo, Vice President JD.ID HSL, menyerahkan lima unit komputer dengan spesifikasi gim.

"Mereka pantas mendapatkan apa yang harus diperoleh setelah bekerja keras. Kami akan terus berusaha memfasilitasi setiap potensi anak-anak. Karena esports bisa memberikan efek positif," sebut Sonny.

Khusus penyelenggaraan JD.ID HSL 2019, Sonny mengungkapkan, penyelenggara tetap mengusung misi nilai-nilai edukasi. "Persyaratan peserta tetap, karena kami tak sekadar menciptakan pemenang, tapi memberi edukasi," sebut Sonny.

Pada HSL 2019 Season 1, persaingan bakal semakin ketat. Dua tim teratas asal Bandung pada HSL 2018, SMA Negeri 7 Bandung dan SMA Negeri 23 Bandung, akan mendapat perlawanan dari tim-tim lain.

Mereka akan bersaing kontra SMA Marsudirini Bekasi., SMA Bhakti Anindya Tangerang, SMAN 2 Bandung, SMAN 8 Malang, SMKN 1 Cipanas, SMKN 4 Bandung, SMAN 1 Solo, SMA/SMK Yadika 2 Jakarta dan SMK 1 BPK Penabur Bandung.

Selain itu, masih ada tim lain seperti SMAN 1 Bandar Lampung, SMAN 1 Makassar, SMAN 10 Bandung, SMAN 15 Surabaya, SMAN 6 Cimahi, SMAN 9 Surabaya, SMAN 1 Sidoharjo, SMK Letris Indonesia 2 Jakarta dan SMKN 8 Malang.