Liverpool Takut Gagal di Pentas Liga Champions

oleh Adyaksa Vidi diperbarui 10 Apr 2019, 18:39 WIB
Gelandang Liverpool, Naby Keita (tengah) berselebrasi setelah mencetak gol ke gawang Porto dalam leg pertama perempat final Liga Champions di Stadion Anfield, Rabu (10/4/2019). Liverpool sukses mengalahkan Porto 2-0 melalui sumbangan Naby Keita dan Robert

Jakarta - Manajer Liverpool, Jurgen Klopp berjanji anak asuhnya akan terus memertahankan permainan atraktif di Liga Champions, meski sadar resiko kebobolan besar. Namun, hal itu menjadi ciri khas Liverpool yang tak akan hilang sampai Liga Champions musim ini selesai.

Rencana tersebut mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, termasuk sosok legendaris, Patrick Berger. Ia mengungkapkan, Liverpool sangat patah hati gagal menjadi juara Liga Champions musim lalu. Legenda The Reds itu berharap musim ini prestasi timnya bisa lebih bagus.

Advertisement

Liverpool menghadapi Real Madrid dalam final Liga Champions musim lalu. Sayang, mereka kalah 1-3 melawan Los Galacticos. Padahal Liverpool berjuang keras untuk mencapai final. Anak asuh Jurgen Klopp menyingkirkan Porto, Manchester City, dan AS Roma hingga lolos ke partai puncak.

Kesempatan untuk juara Liga Champions kembali hadir musim ini. Mereka sudah selangkah lagi ke semifinal usai menang 2-0 dalam leg pertama perempat final dinihari WIB tadi. Dan Berger yakin para pemain Liverpool telah mengambil banyak pelajaran dari kegagalan musim lalu.

"Mayoritas pemain masih sama seperti musim lalu. Dan mereka tahu bagaimana cara mencapai final. Musim ini Liverpool bakal lebih percaya diri dan kuat. Para pemain sangat terbantu dengan kegagalan sebelumnya," kata Berger.

 

Berita Terkait