Syarat Ajaib Bagi Liverpool Agar Lolos ke Partai Puncak Liga Champions Musim Ini

oleh Nurfahmi Budi diperbarui 02 Mei 2019, 10:43 WIB
Ekspresi pemain Liverpool saat pertandingan usai pada leg 1, babak semifinal Liga Champions yang berlangsung di Stadion Camp Nou, Barcelona, Kamis (2/5). Barcelona menang 3-0 atas Liverpool. (AFP/Jose Jordan)

Bola.com, Jakarta - Liverpool tak berdaya di kandang Barcelona, Estadio Camp Nou, tadi malam. Datang dengan ambisi besar, Mohamed Salah dkk harus pulang dengan kepala tertunduk dan badan lesu.

Bagaimana tidak, Liverpool pulang ke Merseyside dengan kekalahan menyakitkan, 3-0. Tiga gol dari Luis Suarez (26') dan Lionel Messi (75', 82') membuat pekerjaan rumah Liverpool bakal membuat Jurgen Klopp pusing tujuh keliling.

Advertisement

Maklum, Liverpool memiliki syarat 'ajaib' agar bisa mengulangi prestasi musim lalu, yakni melangkah ke babak final. Agar bisa ke laga pamungkas, Liverpool harus mencetak kemenangan 4-0.

Artinya, Liverpool wajib mengakhiri pertandingan di Anfield, tengah pekan depan, dengan kemenangan, plus selisih empat gol tanpa kebobolan. Jika Liverpool menang 4-1, tetap tak berguna karena kalah agresivitas gol tandang.

Skenario kemenangan lain bisa terjadi melalui adu penalti. Hal itu bisa terlaksana andai Liverpool mencetak tiga gol tanpa kebobolan. Alhasil, laga akan berlanjut ke perpanjangan waktu 2 x 15 menit. Setelah itu, barulah adu penalti, dan Liverpool bisa menggunakan jalur ini untuk melaju ke babak final.

 

2 dari 2 halaman

Fakta Negatif

Aksi penyerang Barcelona, Philippe Coutinho (kedua dari kiri) saat melawan Liverpool. (AP Photo/Manu Fernandez)

Beberapa skenario tersebut membuat Liverpool tak akan mudah melewati adangan Barcelona. Meski tipis, keajaiban bisa saja terjadi. Apalagi, atmosfer Anfield hampir dipastikan bakal menimbulkan prahara dan teror bagi setiap pemain Barcelona, bahkan bisa saja terjadi sejak fase pemanasan, yang biasanya dilakukan 1-2 jam sebelum kick-off.

Terlepas dari beragam skenario tersebut, kepulangan Liverpool ke kota mereka membawa catatan buruk. Setidaknya, kekalahan tersebut membuat Liverpool mengalami kekalahan terbesar di pentas Liga Champions, sesuatu yang pernah mereka alami saat takluk dari Real Madrid (0-3) pada Oktober 2014.

Selaiin itu, Liverpool juga mengoleksi catatan 4 kekalahan dari 11 pertandingan di pentas Liga Champions musim ini. "Saatnya bagi Liverpool untuk melakukan pemulihan, dan saya yakin kami masih punya kesempatan itu," tegas Jurgen Klopp, arsitek tim The Reds.

Sumber: UEFA, Opta

Berita Terkait