Beragam Usulan Aremania agar Arema Tak Mendapat Sanksi Lagi

oleh Iwan Setiawan diperbarui 09 Jul 2019, 20:20 WIB
Suporter Arema FC, Aremania, memberikan dukungan saat menonton laga Liga 1 melawan Persija Jakarta di SUGBK, Jakarta, Sabtu (31/3/2018). Persija menangn 3-1 atas Arema FC. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Malang - Arema FC mendapat sanksi berupa denda Rp 150 juta akibat perilaku buruk suporternya, Aremania, ketika pertandingan melawan Tira Persikabo (29/6/2019).

Mereka kembali menyalakan petasan dan melempar botol ke lapangan di salah satu tribune ekonomi. Bukan hanya manajemen yang menyesali sanksi tersebut. Aremania yang tidak ikut melakukan aksi buruk juga merasa jengkel.

Advertisement

“Nama Aremania secara keseluruhan ikut tercoreng. Mungkin ada rekan-rekan yang kurang kesadarannya dan tidak bisa menahan diri,” kata Awang Karta, Aremania Korwil Kanjuruhan.

Beragam solusi diberikan oleh Aremania agar sanksi tidak lagi mampir kepada Singo Edan. Karena sudah tiga kali sanksi diberikan oleh Komdis PSSI. Padahal Arema baru menjalani lima pertandingan.

“Menurut saya, pedagang juga harus ditertibkan jualannya. Di pintu masuk, suporter diperiksa dan dilarang membawa minuman dalam botol karena khawatir akan dilemparkan ke lapangan. Tapi di dalam stadion, pedangan asongan menjual minuman dalam botol. Percuma saja jadinya,” kata Anief Aghata, salah satu Aremanita.

Ada juga yang mengusulkan masing-masing koordinator korwil Aremania dimasukkan sebagai match steward pertandingan Arema FC. Tujuannya agar Aremania yang ada di tribune merasa segan jika akan melakukan tindakan negatif.

 

Video Aremania

2 dari 2 halaman

Konsolidasi dengan Manajemen

Sejumlah Aremania turun dari tribune dan memenuhi tepi lapangan Stadion Gajayana usai kekalahan 1-2 yang dialami Arema FC dari Tira Persikabo di laga pekan keenam Shopee Liga 1 2019, Sabtu (29/6/2019). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Terkait usulan itu, Aremania membutuhkan diskusi dengan manajemen dan panpel. Aremania baru menyuarakan beragam usulan lewat media sosial. Jadi belum disampaikan secara langsung lewat sebuah forum pertemuan.

Manajemen Arema saat ini berencana untuk bertemu dengan Aremania. Namun, masih belum diketahui kapan hal itu dilakukan.

Arema ingin solusi dari suara suporter secara langsung agar tidak jadi langganan sanksi komdis. Pada pertengahan musim lalu Arema mendapat sanksi berat, yakni lima pertandingan kandang terakhir tanpa suporter akibat Aremania masuk ke lapangan saat derbi Jatim melawan Persebaya Surabaya. 

Berita Terkait