Dendi Santoso Menyesali Kekalahan Arema FC dari Bali United

oleh Iwan Setiawan diperbarui 25 Agu 2019, 05:45 WIB
Pemain sayap Arema, Dendi Santoso menyesali kekalahan timnnya 1-2 dari Bali United di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (24/8/2019). (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Gianyar - Arema FC gagal memangkas jarak dengan pemuncak klasemen Shopee Liga 1, Bali United. Mereka justru takluk 1-2 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (24/8/2019).

Posisi Arema yang semula ada di urutan ketiga melorot satu tingkat digeser oleh Madura United yang memetik kemenangan 3-0 atas PSIS Semarang.

Advertisement

Pemain sayap Arema, Dendi Santoso menyesal usai pertandingan melawan Bali United. Dari segi permainan, mereka sudah tampil sesuai instruksi pelatih Milomir Seslija.

“Kami bermain sesuai arahan pelatih. Menunggu di seperempat lapangan lebih dulu. Setelah kemasukan (gol Willian Pacecho), kami bisa bangkit dan menyamakan kedudukan,” kata pemain 29 tahun ini.

Bermain di kandang Bali United memang tidak mudah. Tim tuan rumah sedang ganas dengan memetik tujuh kemenangan beruntun pada laga sebelumnya.

Tapi, Arema FC sudah mencoba tampil hati-hati. Saat skor imbang hingga babak pertama usai, Singo Edan mulai berhasrat memetik kemenangan. “Kami sudah berupaya untuk dapat poin, tapi kurang beruntung karena babak kedua kecolongan,” lanjut Dendi.

 

2 dari 2 halaman

Bek Jadi Striker

Shopee Liga 1 - Bali United Vs Arema FC (Bola.com/Adreanus Titus)

Setelah tertinggal 1-2, Arema FC sempat memegang kendali permainan. Duo bek tengah Hamka Hamzah dan Arthur Cunha sampai berubah posisi sebagai striker.

Keduanya punya postus jangkung dan tangguh dalam duel udara. Itu yang coba dimanfaatkan Arema setelah serangan dari lini tengah terasa buntu.

Sementara dua gelandang bertahan Jayus Hariono dan Hendro Siswanto yang mundur sebagai bek tengah. Cara ini selalu dilakukan ketika Singo Edan tertinggal hingga menit-menit akhir. 

Akan tetapi, upaya itu juga belum berhasil. Arema tak bisa membalas gol Ilija Spasojevic yang lahir pada babak kedua, sehingga mereka harus pulang ke Malang dengan tangan kosong. 

Berita Terkait