5 Duel Klasik Timnas Indonesia Vs Malaysia

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 27 Agu 2019, 08:15 WIB
Malaysia dan Timnas Indonesia memiliki rivalitas panjang di dunia sepak bola. Apa saja laga-laga yang tak dilupakan melibatkan kedua tim? (Bola.com/Dody Iryawan)

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia akan menghadapi Malaysia pada laga pembuka Grup G putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia di Stadion Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (5/9/2019). Laga ini diprediksi akan menyedot perhatian publik.

Timnas Indonesia dan Malaysia dikenal memiliki sejarah rivalitas panjang dalam dunia sepak bola. Bentrok antartim negara bertetangga itu selalu menyiratkan cerita menarik, dramatis, dan penuh kenangan.

Advertisement

Meski satu rumpun, rivalitas kedua tim kerap dibumbui urusan di luar lapangan. Hal itulah yang membuat laga yang melibatkan Timnas Indonesia dan Malaysia selalu sanggup menyita perhatian.

Takdir kembali mempertemukan kedua tim, kali ini di level bergengsi bertajuk kualifikasi Piala Dunia 2022. Bersama Malaysia, Timnas Indonesia juga tergabung dengan Uni Emirat Arab, Thailand, dan Vietnam.

Tanpa jauh memikirkan tiga lawan lainnya, fokus Timnas Indonesia asuhan Simon McMenemy kini lebih dulu bersiap untuk menghadapi Malaysia. Bahkan, Simon sengaja melakukan pemusatan latihan di Stadion Pakansari, Cibinong, sejak 22-30 Agustus demi mematangkan persiapan tim.

Lantas, seperti apa sebenarnya rekam jejak pertemuan kedua tim tersebut?

Berikut lima duel klasik yang penuh drama dan layak dikenang antara Timnas Indonesia Vs Malaysia versi Bola.com.

2 dari 6 halaman

Timnas Indonesia 3-0 Malaysia (Laga Persahabatan)

Gelandang Timnas Indonesia, Andik Vermansah, berebut dengan pemain Malaysia, Mohd Azrif Nasrulhaq Badrul Hisham, pada laga persahabatan di Stadion Manahan, Solo (6/9/2016). (AFP/Agung)

Lepas dari jerat sanksi FIFA, PSSI kemudian mengatur laga uji coba Timnas Indonesia melawan Malaysia yang digelar di Stadion Manahan, Solo (6/9/2016). Malaysia dipilih karena menjadi tim yang memiliki rivalistas tinggi dengan Indonesia.

Hanya membutuhkan waktu empat menit, Timnas Indonesia asuhan Alfred Riedl sudah unggul melalui aksi Boaz Solossa. Publik tuan rumah makin bergemuruh setelah Irfan Bachdim menggandakan keunggulan Timnas Indonesia pada menit ke-11.

Pesta belum usai, Timnas Indonesia semakin menggila setelah itu. Pada menit ke-21, Boaz lagi-lagi menjebol gawang Malaysia kawalan Fahmi Che Mat. Skor 3-0 bertahan hingga peluit akhir dan menjadi awal yang baik buat Timnas Indonesia setelah embargo FIFA.

3 dari 6 halaman

Timnas Indonesia 2-0 Malaysia (Laga Persahabatan)

Pemain Timnas Indonesia, Samsul Arif diganjal Pemain Malaysia,Mohamad Aidil dalam Laga Piala AFF Suzuki 2012 antara Malaysia vs Indonesia di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia. pertandingan berakhir dengan skor 2-0 untuk Malaysia.

PSSI kembali memilih Malaysia sebagai lawan tanding Timnas Indonesia sebagai persiapan menghadapi Piala AFF 2014. Laga tersebut digelar di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo (14/9/2014).

Pertandingan awalnya berlangsung ketat pada 45 menit babak pertama. Namun, lini pertahanan Malaysia akhirnya rontok juga pada babak kedua.

Timnas Indonesia berhasil membuka keunggulan pada menit ke-64. Bek Malaysia, Ahmad Muslim, salah mengantisipasi bola silang hasil umpan Rizky Pora sehingga mengarah ke gawangnya.

Pada menit ke-88, Timnas Indonesia akhirnya menegaskan kemenangan 2-0 melalui gol Samsul Arif. Bola hasil sundulan kepala Samsul Arif gagal diantisipasi kiper Malaysia.

4 dari 6 halaman

Timnas Indonesia 5-1 Malaysia (Piala AFF 2010)

Pemain Timnas Indonesia melakukan selebrasi setelah Muhammad Ridwan mencetak gol ke gawang Malaysia pada Piala AFF 2010. (1/12/2010). (AFP/Adek Berry)

Sebagai tuan rumah Piala AFF 2010, laju Timnas Indonesia cukup mulus pada laga pembuka. Menghadapi negara tetangga Malaysia (1/12/2010), pasukan asuhan pelatih Alfred Riedl ini tampil menggila.

Timnas Indonesia kebobolan lebih dulu pada menit ke-18 melalui aksi Norshahrul Idlan. Namun, gol tersebut jadi pelecut. Tiga menit berselang, Timnas Indonesia mencetak gol melalui aksi bunuh diri Asraruddin Putra Omar.

Setelah itu, Tim Merah-Putih menambah gol melalui Cristian Gonzales (33'), Muhammad Ridwan (52'), Arif Suyono (76'), dan Irfan Bachdim (90+3'). Lengkap sudah kemenangan Timnas Indonesia atas Malaysia menjadi 5-1.

5 dari 6 halaman

Malaysia 3-0 Timnas Indonesia (Piala AFF 2010)

Penyerang Malaysia, Safee Sali, berusaha melewati kapten Timnas Indonesia, Firman Utina, pada final leg pertama Piala AFF 2010. (AFP/Kamarul Akhir)

Berbekal hasil impresif yakni kemenangan 5-1 atas Malaysia di babak penyisihan, Timnas Indonesia tentu datang ke Stadion Nasional, Bukit Jalil, dengan kepercayaan diri tinggi. Final leg pertama yang berlangsung pada 26 Desember 2010 ternyata menyisakan cerita lain.

Alur cerita berbeda dengan penyisihan grup di mana ketika Timnas Indonesia digdaya atas Malaysia. Publik tuan rumah memang dipaksa bekerja keras dalam 45 menit pertama.

Namun, petaka kemudian menimpa Timnas Indonesia pada babak kedua. Malaysia mencetak trigol melalui Safee Sali (61', 73') dan Mohamad Ashari (68'). Tim Merah-Putih terpuruk dan menelan kekalahan 0-3. Hasil yang berat untuk mengejar keunggulan lawan pada final kedua di Jakarta.

6 dari 6 halaman

Timnas Indonesia 2-1 Malaysia (Piala AFF 2010)

Bek Timnas Indonesia, Mohammad Nasuha, mencetak gol ke gawang Malaysia pada final Piala AFF 2010.(AFP/Bay Ismoyo)

Mengejar defisit tiga gol melawan Malaysia merupakan sebuah perkara sulit. Meski bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (29/12/2010), Timnas Indonesia membutuhkan mukjizat untuk bisa mewujudkannya.

Pada 45 menit pertama, tak ada gol yang tercipta. Lini pertahanan Malaysia terlalu rapat sehingga merepotkan penyerang Timnas Indonesia.

Petaka semakin bertambah ketika Malaysia mencetak gol pembuka melalui Safee Sali pada menit ke-55. Seketika harapan akan gelar juara menjadi sirna.

Namun, Timnas Indonesia enggan menyerah. Publik tuan rumah sempat mencetak gol melalui Mohammad Nasuha pada menit ke-71 dan berbalik unggul 2-1 pada menit ke-88 melalui Muhammad Ridwan.

Meski begitu, kemenangan seakan tak berarti. Malaysia akhirnya menggondol trofi Piala AFF 2010 dengan kemenangan agregat 4-2 atas Timnas Indonesia.

Berita Terkait