Bhayangkara Urun Rembuk Sebelum Memutuskan Paul Munster Jadi Pengganti Alfredo Vera

oleh Muhammad Adi Yaksa diperbarui 30 Agu 2019, 05:45 WIB
Pelatih Vanuatu, Paul Munster, mengamati pemainnya saat latihan di SUGBK, Jakarta, Jumat (14/6). Latihan ini persiapan jelang laga persahabatan melawan Timnas Indonesia. (Bola.com/Yoppy Renato)

Bola.com, Jakarta - Paul Munster masih kunjung tak terlihat, meski sudah diumumkan sebagai pelatih anyar Bhayangkara FC. Informasi yang beredar, sang arsitek tim rupanya masih terikat kontrak dengan Timnas Vanuatu.

Manajer merangkap Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara FC, Sumardji, telah mengatakan Munster menjadi suksesor Angel Alfredo Vera, yang diberhentikan beberapa pekan lalu. Penyebab pemecatan, performa tim berjulukan The Guardians ini tak kunjung apik selama dalam asuhan pelatih asal Argentina itu.

Advertisement

"Seharusnya awal pekan ini Paul Munster datang. Tapi, ternyata kontraknya bersama Timnas Vanuatu baru berakhir Jumat (30/8/2019)," kata Sumardji.

"Setelah itu, baru dia bisa datang ke sini dan melatih Bhayangkara FC," imbuh Sumardji, yang berpangkat Ajun Komisaris Besar Kepolisian (AKBP) ini.

Sosok Musnter tak terlalu awam bagi insan sepak bola Indonesia. Bersama Timnas Vanuatu, ia pernah dibantai Timnas Indonesia 0-6 pada pertandingan persahabatan bertitel FIFA Matchday, 15 Juni 2019.

2 dari 2 halaman

Urun Rembuk

Manager Bhayangkara FC, AKBP Sumardji saat mengikuti press conference di Kantor PSSI, Jakarta, (16/1/20180. Pertemuan ini membahas J-League Asia Challenge 2018. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Ada cerita di balik pemilihan Paul Munster sebagai pengganti Angel Alfredo Vera. Bhayangkara FC menerapkan cara tradisional, yakni urun rembuk untuk mengambil keputusan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), urun rembuk dapat dimaknai sebagai memberikan sumbang saran atau bermusyawarah. Hasilnya, lahirlah keputusan mendatangkan Munster.

"Saya sudah memberikan alternatif calon pelatih dari jauh-jauh hari. Cuma, saya ini selalu mengedepankan saling bicara antarmanajemen, pemain dan lain-lain. Dan satu di antara yang saya tawarkan, semua menginginkan Munster. Ya sudah, saya ikuti saja maunya teman-teman seperti apa supaya tim berprestasi," tutur Sumardji.

Berita Terkait