Timnas Dota 2 Uji Kekuatan di Singapura Demi Emas SEA Games 2019

oleh Hanif Sri Yulianto diperbarui 04 Sep 2019, 22:58 WIB
Panggung Turnamen Dota 2 The International 2019-(Dok.Dota 2 TI9)

Bola.com, Jakarta - Timnas Dota 2 Indonesia terus mengasah persiapan menuju SEA Games 2019. Satu di antaranya yang mereka pilih adalah berpartisipasi dalam program Razer SEA Games Esports Bootcamp, di Singapura.

Pada program yang selesai kemarin, Timnas Dota 2 Indonesia mendapat beragam pelajaran berharga. Pada sisi hasil, mereka mendapat hasil bagus, yakni dua kemenangan kontra Singapura dan Filipina, serta imbang 1-1 versus Thailand.

Advertisement

Hasil tersebut membuat kubu Indonesia percaya diri menatap SEA Games 2019 di Filipina. Rentang waktu persiapan yang tersisa dua bulan bakal menjadi atensi Timnas Dota 2 Indonesia agar bisa mendapat puncak permainan di Filipina.

Pelatih Timnas Dota 2 Indonesia, Darcy Milho Jose masih memiliki kesempatan memerbaiki penampilan anak asuhnya. Meski berhasil menuai dua kemenangan, potensi lawan tergolong rawan. Maklum, masing-masing tim memiliki banyak waktu agar 'mengejar' Indonesia, terutama dari sisi Filipina.

Saat ini, Timnas Dota 2 Indonesia berisi tujuh roster, yang didominasi personel tim PG Barrack. Mereka antara lain Hidayat Narwawan "Lawlesshy", Kevin Manuel Johan "Visery", Fahmi Choirul Akbar "Huppey", Felix Rodeardo "Ifrit", Muhammad Luthfi "Azur4" dan Tri Kuncoro "Jhocam".

Bagi para penggemar Dota 2 di Indonesia, komposisi tersebut cukup mengejutkan. Semua itu berlatar ketiadaan satu nama beken, yakni Muhammad Rizki "InYourDream". Nama terakhir memiliki kemampuan mumpuni, apalagi punya nama di level Asia Tenggara setelah membela tim TNC Tigers Malaysia.

 

2 dari 2 halaman

Waspada Singapura

The International 2016 siap digelar. (google.com)

Keberadaan Timnas Dota 2 Indonesia di Singapura menjadi sangat krusial, terutama dari sisi pengembangan teknik serta strategi. Pada sesi bootcamp, mereka mendapat pelajaran berharga dari personel tim esports Dota 2 Evil Geniuses, Sam “Bulba” Sosale.

Pada sesi latihan, Bulba memberikan arahan bagaimana cara menyusun strategi awal, lalu mapping, cara cepat membaca permainan lawan sampai komunikasi yang efektif. Bulba menjadi bagian dari tim Evil Geniuses yang berhasil menempati peringkat 5 pada The International 2019.

Selain Timnas Dota 2 Indonesia yang mendapat benefit, kubu Singapura juga merasakan hal serupa. Mereka mengaku bersyukur karena ada perwakilan tim Evil Geniuses yang bersedia datang ke Singapura.

Inquirer.net merilis, Kapten tim Dota 2 Singapura, Wong “Nutz” Jeng Yih mengaku senang bisa mendapat banyak cara baru dari Bulba. Hal itu membuat mereka yakin bisa meraih medali emas SEA Games 2019.

"Bulba memberikan banyak perspektif baru pada area bangunan menyerang dan bertahan. Itu sangat penting bagi kami, dan tim ini masih memiliki masa persiapan cukup lama," sebut Wong “Nutz” Jeng Yih.

Kubu Singapura bakal menjadi satu di antara tim kuda hitam pada nomor Dota 2 Cabang Esports di Filipina 2019. Mereka memiliki penggawa Evil Geniuses, Galvin 'Meracle' Kang, yang berstatus sebagai pelatih tim Dota 2 Singapura sampai SEA Games 2019.

"Kami akan bekerja keras dengan belajar beberapa hal baru. Saya pikir kami akan menunjukkan perubahan berarti saat SEA Games nanti. Kita tunggu saja," sebut Meracle.

Sumber: Instagram Iespa, Inquirer