Wolfgang Pikal Ingin Persebaya Bermain Ngeyel, Ngosek, dan Wani

oleh Aditya Wany diperbarui 05 Sep 2019, 14:30 WIB
Wolfgang Pikal memimpin latihan Persebaya di Lapangan Polda Jatim, Surabaya, Rabu sore (4/9/2019). (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Surabaya - Wolfgang Pikal tak butuh waktu lama untuk beradaptasi dengan skuat Persebaya pada latihan perdananya. Asisten pelatih baru Bajul Ijo itu langsung memberi porsi latihan teknik dan taktik di Lapangan Polda Jatim, Surabaya, Rabu (4/9/2019).

Pikal, yang untuk sementara mengambil alih tugas pelatih kepala Alfred Riedl, mencatat satu hal dari usahanya dalam mengangkat performa Persebaya. Dia ingin tim kebanggaan Arek Suroboyo itu bisa kembali gaya permainan lama yang menjadi ciri khas.

Advertisement

"Persebaya harus bermain seperti dulu yang berani dan main agresif. Jangan takut, orang bilang wani (berani). Ini harus bisa keluar lagi seperti dulu," ungkap pelatih berusia 51 tahun tersebut.

Padahal, Pikal sosok yang sangat baru bagi Persebaya. Dia mulai dikenal saat menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia membantu Alfred Riedl pada 2010 dan 2016. Namun, bukan berarti Pikal tidak mengamati kiprah dan gaya permainan Persebaya.

Bejo Sugiantoro, yang selama ini juga menjabat sebagai asisten pelatih Persebaya, sudah berusaha mengembalikan karakter bermain itu. Pemain Persebaya diharapkan bisa bermain ngeyel, ngosek, dan wani.

2 dari 2 halaman

Materi dalam Ruangan

Wolfgang Pikal memimpin latihan Persebaya di Lapangan Polda Jatim, Surabaya, Rabu sore (4/9/2019). (Bola.com/Aditya Wany)

Gaya permainan itu memaksa pemain Persebaya untuk bermain militan dan agresif dalam pertandingan. Klub asal Kota Pahlawan itu juga dikenal mengandalkan kecepatan pemain sayap dalam membangun serangan.

"Di Timnas Indonesia dulu, saya sama Alfred menilai (berani), itu paling penting. Jangan lupa, respek, disiplin, dan kemauan 100 persen atau lebih supaya bisa sukses," imbuh Pikal.

Langkah lain Pikal untuk langsung beradaptasi dengan Persebaya dilakukannya dengan mengadakan materi dalam ruangan sebelum latihan. Dia sempat menganalisis hasil pertandingan saat Bajul Ijo menang 2-0 di kandang Bhayangkara FC (31/8/2019)

"Kami melihat prinsip bermain. Kemudian melihat teknik dan taktik pertandingan terakhir, melawan Bhayangkara. Kami lihat ke depan seperti apa," ucap pria asal Austria itu.