Persebaya Genjot Fisik Pemain Jelang Hadapi Kalteng Putra

oleh Aditya Wany diperbarui 06 Sep 2019, 22:40 WIB
Striker Persebaya Surabaya, David da Silva, beraksi saat menjalani latihan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jumat (6/9/2019). (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Sidoarjo - Persebaya Surabaya menggelar dua kali latihan pada Jumat (6/9/2019), pagi dan sore hari, di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Asisten pelatih Persebaya, Wolfgang Pikal, ingin meningkatkan kondisi fisik para pemainnya.

Menurutnya, latihan sekali dalam sehari saja sebenarnya sudah cukup. Namun, ada beberapa porsi tambahan yang perlu dilakukan. Dia juga tidak ingin kebugaran pemainnya menurun selama libur kompetisi Liga 1 2019.

Advertisement

Persebaya Surabaya dijadwalkan bakal bertandang ke markas Kalteng Putra dalam pekan ke-18 di Stadion Tuah Pahoe, Palangkaraya, Jumat (13/9/2019). Dengan hanya sepekan waktu tersisa, Pikal ingin David da Silva dkk. siap tempur di laga itu.

“Memang, pertandingan melawan Kalteng Putra masih jauh. Namun, kami mau menaikkan intensitas supaya fisik bisa sedikit lebih baik, atau bisa mempertahankan level kebugaran. Makanya, kami dua kali latihan. Bedanya di situ,” kata Pikal.

Satu hal dari pemain Persebaya yang masih menjadi sorotan Pikal adalah permasalahan sentuhan pertama. Dia bersama asisten pelatih Bejo Sugiantoro berusaha memperbaiki kekurangan itu agar permainan Persebaya semakin ofensif.

“Sentuhan pertama sudah ada sedikit kemajuan dalam dua hari latihan. Hari ini kami latihan fisik dan organisasi tim. Porsi kami pada pagi hari tidak berat, sore yang lumayan berat. Kami latihan dua jam lebih, intensitas dan tempo juga lumayan tinggi,” imbuh asisten pelatih Persebaya Surabaya itu.

 

2 dari 2 halaman

Melibatkan Anak Gawang Saat Latihan

Situasi menaikkan intensitas dan tempo latihan membuat Persebaya Surabaya sampai memanggil anak gawang agar cepat mendapatkan bola kembali di lapangan. Pikal menilai aspek sepele ini perlu dilakukan untuk mendukung latihan timnya.

“Saya tadi panggil anak gawang untuk latihan. Mungkin di Indonesia pertama kali ada anak gawang untuk latihan. Tapi, kami profesional dan manajemen mendukung 100 persen. Jadi, di latihan perlu anak gawang,” ucapnya.

Berita Terkait