Suguhan Koreo Bertema Persaudaraan dari Slemania Saat Duel PSS Vs Persipura

oleh Vincentius Atmaja diperbarui 20 Sep 2019, 00:05 WIB
Pemandangan koreografi yang disuguhkan Slemania dalam laga PSS melawan Persipura di Stadion Maguwoharjo, Kamis (19/9/2019). (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Bola.com, Sleman - Kelompok suporter PSS Sleman, Slemania, menepati janjinya menyuguhkan aksi menawan saat pertandingan melawan Persipura Jayapura di Stadion Maguwoharjo, Kamis (19/9/2019).

Ribuan suporter yang selalu menempati tribune utara itu menyuguhkan koreo yang cukup menarik perhatian. Diawali dengan koreografi membentuk bendera merah putih, yang kemudian disusul banner berukuran raksasa, dan di bawahnya ada tulisan "Kitorang Seduluran (kita bersaudara)".

Advertisement

Gambar dalam banner tersebut adalah dua sosok yang disimbolkan sebagai suporter PSS dan Persipura yang saling berangkulan.

Sementara di tribune di mana berada ratusan suporter Persipura, Persipuramania, ada spanduk kecil bertuliskan Sleman-Papua bersaudara.

Momentum persaudaraan memang menjadi tema yang diusung Slemania dalam laga melawan Persipura kali ini.

Anggota Presidium Slemania, Asep Handi Kurniawan, setelah laga PSS kontra Persipura mengatakan aksi ini menjadi rangkaian kampanye gerakan antirasisme, terutama di sepak bola.

Sebelumnya, Slemania turut menyambut kedatangan skuat Mutiara Hitam dengan mengalungkan bunga kepada pelatih Jacksen F. Tiago dan Todd Rivaldo Ferre (18/9/2019).

"Sesuai janji, kami ingin memberikan sesuatu dalam gerakan antirasisme. Lewat banner dan koreografi menjadi simbol bahwa persaudaraan tidak mengenal batas, termasuk kami dari Sleman dan kawan-kawan di Papua," ungkapnya kepada Bola.com, Kamis (19/9/2019).

2 dari 2 halaman

Sebar Virus Perdamaian

Duel pemain Persipura, Samassa Mahamadou (kanan), dengan pemain PSS, Ricky Kambuaya di Stadion Maguwoharjo, Kamis (19/9/2019). (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Asep Handi Kurniawan menambahkan beberapa anggota Slemania mengerjakan banner berukuran 20x30 meter tersebut selama berhari-hari. Hal tersebut dilakukan demi menggelorakan virus perdamaian.

"Visi dan misi kami, ada poin agar selalu menebar virus perdamaian. Sudah saatnya antarsuporter menjaga kerukunan. Sudah tidak zamannya saling bermusuhan, dan terutama jangan sampai ada nyanyian rasis," ujar Asep.

Berita Terkait