3 Pemain Timnas Indonesia yang Bisa Menjadi Pembeda Saat Hadapi UEA

oleh Benediktus Gerendo Pradigdo diperbarui 08 Okt 2019, 07:15 WIB
3 sosok pembeda di Timnas Indonesia. (Bola.com/Dody Iryawan)

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia menjalani laga krusial menghadapi Uni Emirat Arab dalam laga ketiga Grup G putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia di Stadion Al Maktoum, Dubai, Kamis (10/10/2019). 25 pemain terbaik dibawa Simon McMenemy ke Dubai untuk mendapatkan hasil positif.

Simon McMenemy memang harus bisa memberikan hasil positif dalam lawatan Timnas Indonesia ke Dubai. Dua kekalahan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, ketika menghadapi Malaysia dan Thailand pada Oktober lalu, membuat Tim Garuda masih tanpa poin di Grup G putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia.

Advertisement

Kondisi tersebut mengharuskan Simon McMenemy untuk memainkan pemain terbaik yang dimilikinya saat menghadapi UEA. Pelatih asal Skotlandia itu tidak boleh main-main dalam menyusun komposisi pemain terbaik.

Namun, melihat komposisi 25 pemain yang dibawa Simon McMenemy, nama-nama terbaik memang ada dalam rombongannya. Sejumlah nama baru juga dibawanya dalam skuat kali ini, tapi bukan pemain kacangan. Mereka yang cemerlang di Liga 1 2019, seperti Wawan Hendrawan, Muhammad Ridho, dan Wawan Febrianto, ikut dalam skuat.

Selain itu sejumlah mantan penggawa Timnas Indonesia U-23 era Luis Milla pun mendapatkan kesempatan dari Simon McMenemy, seperti Putu Gede Juni Antara, dan Rezaldi Hehanussa, menemani pemain yang sudah mendapat kesempatan lebih dulu seperti Evan Dimas dan Saddil Ramdani.

Kali ini, Bola.com memilih tiga pemain Timnas Indonesia yang bisa memberikan perbedaan bagi permainan tim jika mampu mengerahkan performa terbaiknya dalam laga kontra UEA di Dubai.

2 dari 4 halaman

Stefano Lilipaly

Gelandang Timnas Indonesia, Stefano Lilipaly, berusaha mengamankan bola saat melawan Malaysia pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 di SUGBK, Jakarta, Kamis (5/9). Indonesia kalah 2-3 dari Malaysia. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Satu dari beberapa pemain Timnas Indonesia dengan jam terbang tertinggi di skuat asuhan Simon McMenemy ini memang tidak perlu diragukan lagi kemampuannya. Bermain di posisi gelandang serang, Stefano Lilipaly kerap menjadi solusi ketika lini depan Tim Garuda buntu.

Kecepatan, dribel, dan penempatan posisi, menjadi nilai plus yang dimiliki pemain Bali United itu. Memperkuat Timnas Indonesia sejak 2016, Stefano Lilipaly selalu menjadi bagian penting dari Tim Garuda.

Tidak hanya mampu menciptakan untuk striker Timnas Indonesia atau rekan setim lainnya, Stefano Lilipaly kerap memiliki insting untuk berada di area kosong untuk menerima bola dan mencetak gol dengan kakinya sendiri.

Kemampuan yang dimiliki Stefano Lilipaly akan menjadi nilai tambah di Timnas Indonesia saat ini. Bahkan bisa dipastikan pemain kelahiran Belanda ini akan mendapatkan perhatian khusus dari pemain UEA.

3 dari 4 halaman

Zulfiandi

Gelandang Timnas Indonesia, Zulfiandi, menggiring bola saat melawan Hongkong pada laga persahabatan di Stadion Wibawa Mukti, Jakarta, Selasa (16/10). Kedua negara bermain imbang 1-1. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Pemain penting untuk menjadi tembok awal pertahanan Timnas Indonesia ketika menghadapi UEA. Zulfiandi merupakan tipe pemain yang disiplin dalam membantu empat pemain bertahan Tim Garuda dan menjaga ritme untuk timnya membangun serangan.

Sejak menjadi andalan lini tengah Timnas Indonesia U-23 di Asian Games 2018, Zulfiandi memang dianggap memiliki nilai tambah untuk mengawal lini tengah Timnas Indonesia.

Dalam skuat asuhan Simon McMenemy ini memang ada nama seperti Bayu Pradana atau Manahati Lestusen yang bisa dimainkan sebagai gelandang bertahan. Namun, dengan usia yang masih muda, tenaga yang masih prima, dan permainan lugas dan disiplin, Zulfiandi akan menjadi sosok yang cocok untuk menghentikan upaya playmaker dan gelandang UEA membangun serangan.

4 dari 4 halaman

Rezaldi Hehanussa

Bek Indonesia, Rezaldi Hehanussa, berusaha melewati gelandang Chinese Taipei, Chao Minghsiu, pada laga Grup A Asian Games di Stadion Patriot, Bekasi, Minggu (12/8/2018). Indonesia menang 4-0 atas Chinese Taipei. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bek sayap yang biasa beroperasi di sisi sayap ini sudah cukup lama tidak memperkuat Timnas Indonesia. Sebelumnya Rezaldi Hehanussa merupakan andalan Timnas Indonesia U-23 di bawah asuhan Luis Milla. Pelatih asal Spanyol itu memang menemukan bakat Rezaldi saat membentuk Tim Garuda Muda yang beraksi di SEA Games 2017 dan Asian Games 2018.

Hingga sejauh ini, terutama saat berseragam Persija Jakarta, pemain yang karib disapa Bule itu belum memperlihatkan lagi penampilan luar biasa yang diperlihatkannya pada 2017 dan 2018. Hal tersebut tak lepas dari proses adaptasi kembali Rezaldi yang cukup lama absen karena pemulihan cedera usai menjalani operasi pada bagian kakinya.

Namun, jika mendapatkan kesempatan untuk mengawal sisi kiri pertahanan Tim Garuda dan mampu memperlihatkan performa yang sama seperti pada 2017 dan 2018, Rezaldi bisa menjadi senjata mematikan bagi tim lawan.

Pergerakannya di sisi sayap, memaksimalkan kecepatan dan instingnya untuk maju ke depan, Rezaldi kerap mengirimkan umpan-umpan silang berbahaya ke jantung pertahanan lawan. Bahkan tidak jarang dengan pergerakan cut back, Rezaldi melepaskan tembakan keras yang berbuah gol.

Simon McMenemy tentu harus mempertimbangkan banyak hal untuk mengisi sisi kiri pertahanan timnya. Selain Rezaldi ada nama seperti Ricky Fajrin dan Abduh Lestaluhu, di mana nama terakhir juga baru mendapatkan kembali kesempatan membela Timnas Indonesia setelah cukup lama absen berseragam Garuda.