PSS Harus Keluarkan Uang Banyak Akibat Ulah Suporter

oleh Vincentius Atmaja diperbarui 17 Des 2019, 05:00 WIB
Suporter PSS Sleman menyalakan suar (flare) saat menjamu Persib Bandung dalam lanjutan Shopee Liga 1 2019 pekan ke-33, Sabtu (7/12/2019). (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Bola.com, Sleman - PSS Sleman kembali mendapatkan hukuman dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Ulah buruk suporter dalam lanjutan Shopee Liga 1 2019 menjadi penyebabnya.

Dalam sidang terbaru yang digelar Komdis PSSI, hukuman denda cukup besar yang harus ditanggung tim Super Elang Jawa. PSS harus membayar denda Rp300 juta karena menyalakan flare saat menjamu Persib Bandung di Stadion Maguwoharjo (7/12/2019).

Advertisement

Suporter PSS kembali melakukan tindakan yang sama dengan menyalakan flare saat tim kesayangannya berlaga di markas Persela Lamongan (11/12/2019). Hanya untuk kasus di Stadion Surajaya, Lamongan, PSS didenda Rp75 juta.

Dengan demikian, dalam dua pertandingan berurutan, PSS dijatuhi denda cukup besar. Ketua panpel PSS Sleman, Tri Mulyanto mengaku jika ditotal untuk membayar denda akibat sanksi dari Komdis menyentuh angka Rp850 juta hingga pekan ke-33.

"Ditambah sanksi karena pemain PSS yang terkena kartu, total menghabiskan sekitar 1,2 miliar musim ini. Cukup disayangkan adanya pelanggaran yang membuat tim harus mengeluarkan biaya untuk sanksi dari komdis PSSI," terang Tri Mulyanto kepada Bola.com, Senin (16/12/2019).

Ia mengatakan bahwa dalam regulasi memang tidak diperbolehkan menyalakan flare saat berlangsungnya pertandingan. Bahkan ketika wasit sudah meninggalkan lapangan, pengawas pertandingan yang masih ada di lapangan pun bisa mencatatnya sebagai sebuah pelanggaran regulasi.

2 dari 2 halaman

Pentingnya Sosialisasi

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya akan memaksimalkan peran koordinator suporter PSS. Terutama dalam melakukan sosialisasi bahwa flare sangat dilarang di dalam Stadion.

Selain itu, perlu berkoordinasi dengan pihak keamanan dalam mencegah benda-benda yang memang dilarang masuk ke dalam Stadion.

"Semoga bisa menjadi pembelajaran untuk musim depan," katanya.