Quique Setien Mendarat di Barcelona, Nada Sumbang Itu Sudah Dimulai dari Anfield

oleh Nurfahmi Budi diperbarui 14 Jan 2020, 19:00 WIB
Pelatih Real Betis Quique Setien merayakan gol Loren ke gawang Villarreal CF pada pertandingan Liga Spanyol di Stadion Benito Villamarin, Sevilla, Spanyol, 3 Februari 2018. Setien resmi diangkat sebagai pelatih anyar Barcelona. (CRISTINA QUICLER/AFP)

Bola.com, Jakarta - SOSOK ini santai memasuki zona stadion Joan Gamper. Berbusana kasual, ia tak banyak berucap meski tetap bersalaman dengan beberapa orang, satu di antaranya adalah Ernesto Valverde.

Sore itu, setelah sesi latihan sore Barcelona, ia hanya berkata lirih, singkat namun jelas. Ia menghampiri Ernesto Valverde, dan secara lugas menyatakan kalau ikatan kerjasama bareng sang entrenador sudah berakhir saat itu juga.

Advertisement

Yup, sosok krusial yang menjadi latar di balik keputusan memecat Ernesto Valverde tersebut adalah Josep Maria Bartomeu. Namanya memang kerap mengisi buku kisah kontroversi Barcelona. Namun, di balik itu semua, strategi dan kebijakannya sudah sering membuat Barcelonistas di seluruh dunia tertawa bahagia.

Jangan lupa, sang pengusaha yang dulu menjadi pesaing Joan Laporta ini berhasil memberikan trofi lengkap di level klub, mulai dari kelas domestik sampai Eropa. Selain itu, Josep Maria Bartomeu juga berhasil mengangkat prestasi pada divisi sepak bola di kerajaan Barcelona, mulai dari futsal sampai sepak bola pantai.

Pada dua nomor terakhir, Josep Maria Bartomeu berhasil membawa trofi jawara di kawasan Eropa. Catatan itu belum termasuk di nomor bola basket, hoki es sampai sepak bola tangan.

Tak pelak, keputusan Josep Maria Bartomeu memecat Ernesto Valverde sempat menimbulkan kegaduhan. Pun saat rapat jajaran direksi sehari sebelum dirinya mengutarakan pemutusan hubungan kerja dengan Valverde, banyak yang masih komplain.

Josep Maria Bartomeu bergeming. Ia tetap mengacu pada insting, intuisi sekaligus membaca tentang visi yang akan dicapai pada beberapa tahun ke depan. Meski Valverde tengah menempatkan Barcelona di posisi teratas klasemen sementara musim ini, di atas Real Madrid, ada banyak alasan khusus yang membuat Josep Maria Bartomeu tak segan mengeluarkan sang pengganti Luis Enrique Martinez tersebut.

 

2 dari 5 halaman

Tak Peduli

Pelatih Real Betis Quique Setien bereaksi saat anak asuhnya menghadapi AC Milan pada pertandingan Grup F Liga Eropa di Stadion Benito Villamarin, Sevilla, Spanyol, 8 November 2018. Barcelona merekrut Setien setelah Presiden Josep Maria Bartomeu menggelar pertemuan. (CRISTINA QUICLER/AFP)

Josep Maria Bartomeu juga tak peduli dengan beberapa kritikan di luar sana. Yup, sang presiden dianggap 'menistakan' Valverde, sesuatu yang disamakan dengan nasib Carlo Ancelotti kala terdepak dari Napoli, beberapa waktu lalu.

Jika menilik laporan beberapa media massa di Spanyol, terutama yang berafiliasi dengan Barcelona, keputusan Josep Maria Bartomeu tak sependek perkiraan orang. Jauh sebelum rapat terakhir pada akhir pekan lalu, sudah ada sinyal ke arah sana.

Uniknya, sinyal tersebut bukan berasal dari area Catalunya, bukan pula dari zona domestik. Tanda-tanda itu justru datang dari Liverpool. Yup, di kota pelabuhan tersebut, nasib awal Ernesto Valverde mulai mengemuka.

Jika Sahabat Bola.com adalah penggemar Barcelona, pasti sudah mahfum dengan kalimat di paragraf sebelum ini. Faktor yang membuat Josep Maria Bartomeu mulai berpikir untuk mencari pengganti Valverde adalah hasil buruk di Anfield.

 

3 dari 5 halaman

Buruk di Markas Liverpool

Para pemain Barcelona meninggalkan lapangan setelah kalah atas Liverpool pada akhir laga kedua semifinal Liga Champions 2018/19 di Anfield, Selasa (7/5/2019). Barcelona menelan kekalahan mengejutkan ketika melawat ke markas Liverpool dengan skor 0-4 (agregat 3-4). (AP/Dave Thompson)

Di stadion yang mejadi markas klub asal Merseyside tersebut, Barcelona merasakan momentum tak mengenakkan. Bagaimana tidak, kans ke babak final Liga Champions 2018-2019 terbuka lebar. Latarnya tak lain kemenangan 3-0 pada pertemuan pertama di Camp Nou.

Sepekan sebelum laga di Anfield, Barcelona berpesta. Lonjakan Suarez saat melakukan selebrasi pada menit ke-26 menjadi awal pesta. Setelah itu, sepasang gol datang dari Sang Dewa Camp Nou, Lionel Messi (75', 82').

Seharusnya, bermodal kemenangan telak tersebut, langkah Barcelona ke babak final kompetisi paling bergengsi antarklub se-Eropa tersebut, dianggap tak akan menemui hambatan. Kekuatan Lionel Messi dkk diimbangi dengan status mereka sebagai jawara La Liga musim tersebut.

Artinya, tak banyak orang yang optimistis Liverpool bisa mencetak empat gol dan lolos ke fase puncak. Tak juga banyak rumah taruhan yang memberikan nilai bagus untuk Liverpool.

Kala datang ke Anfield, kubu Barcelona juga yakin bisa mengulangi kemenangan, minimal meraih hasil imbang. Sebuah harapan Barcelonistas yang justru membuat Liverpool terbakar. Hal itu terbukti dengan gol Divock Origi pada menit ke-7. Aksi bomber Liverpool tersebut membuat kubu The Reds bersorak.

Periode mimpi buruk Barcelona muncul pada babak kedua. Hanya dalam dua menit saja, Liverpool menyamakan skor agregat menjadi 3-3. Gara-garanya, Wijnaldum merobek jala El Barca. Mimpi Barcelona pupus setelah Divock Origi mencetak gol keempat.

Hasil tersebut membuat Josep Maria Bartomeu sudah mulai berdiskusi. Kala itu, bagi jajaran kabinet Josep Maria Bartomeu, raihan jawara di level domestik, seakan kurang berharga.

 

4 dari 5 halaman

Sinyal Depak Valverde

Reaksi pelatih Barcelona Ernesto Valverde saat menyaksikan pertandingan semifinal leg kedua Liga Champions UEFA antara Liverpool dan Barcelona di Anfield, Liverpool, Inggris, 7 Mei 2019. Barcelona memecat Valverde dan menggantinya dengan Quique Setien. (Oli SCARFF/AFP)

Walhasil, meski sanggup memberikan empat trofi, Ernesto Valverde harus kehilangan pekerjaan di Barcelona. Sederet kegagalan menjadi penyebab utama.

Selain kekalahan telak dari Liverpool pada Leg 2 babak Semifinal Liga Champions musim lalu, Valverde juga tak sanggup membawa anak asuhnya berjaya di beberapa turnamen. Terakhir, Barcelona gagal menggapai prestasi puncak di pentas Piala Super Spanyol, di Jeddah, Arab Saudi.

Di pentas lokal, Barcelona juga gagal tampil optimal. Pada jornada 19, tiga hari setelah tahun baru, Barcelona hanya sanggup menuai hasil imbang kontra rival sekota, Espanyol.

Seolah semakin menguatkan rencana usai babak belur di Anfield, Josep Maria Bartomeu memiliki senjata baru. Alhasil, Josep Maria Bartomeu memutuskan untuk meninggalkan Valverde.

Sosok Quique Setien menjadi pilihan nakhoda anyar Barcelona. Lagi-lagi, sebuah keputusan yang dianggap tak ada di kepala banyak orang. Maklum, nama Quique Setien tak memiliki garansi prestasi, meski secara performa tergolong oke.

Modal Quique Setien adalah 20 tahun berkecimpung dalam dunia sepak bola Spanyol. Sebuah modal yang membuat banyak orang geleng-geleng kepala. Imbasnya, beberapa rumah prediksi memberi angka minimal terkait masa depan Quique Setien di Camp Nou.

Pelatih berusia 61 tahun ini dianggap tak akan lebih baik dengan beberapa nama beken yang hanya semenjana waktu di Barcelona. Quique Setien bisa saja bernasib pendek seperti Helenio Herrera, Ladislao Kubala, Louis van Gaal ataupun Radomir Antic.

 

5 dari 5 halaman

Rasa Optimistis

Pelatih Real Betis Quique Setien memegang bola saat anak asuhnya melawan Villarreal CF pada pertandingan Liga Spanyol di Stadion Benito Villamarin, Sevilla, 3 Februari 2018. Setien berpengalaman melatih Racing Santander, Poli Ejido, Logrones, Lugo, Las Palmas, dan Real Betis. (Cristina Quicler/AFP)

Pada sisi lain, rasa optimistis tetap menyeruak. Setidaknya, Quique Setien punya kapasitas membentuk tim, serta meningkatkan performa pemain yang sudah ada. Beberapa nama yang menjadi pilihan tepat Quique Setien saat membesut Real Betis adalah Giovani Lo Celso dan Sergio Canales.

Sementara itu, Junior Firpo dan Aïssa Mandi menjadi pemain lawas yang semakin berkembang. Nama pertama bakal melakoni reuni dengan Quique Setien mulai sesi latihan pagi ini waktu setempat.

Satu yang tak mungkin terlupakan bagi para penggila sepak bola La Liga adalah komentar singkat saat Quique Setien menerima pinangan Real Betis. Ia secara jelas menyatakan ingin merdeka dalam segala hal yang berurusan dengan sisi teknis.

"Jika Anda benar-benar memilihku sebagai pelatih, pastikan semua elemen setuju tentang taktik dan strategiku. Jika tak sepakat, silakan cari pelatih lain," ujar Quique Setien.

Kini, publik akan menunggu apakah Quique Setien sanggup merealisasikan sisi idealis tersebut di Barcelona. Kalau sekadar melewati adangan pertama, versus Granada, bukan hal sulit, apalagi bermain di kandang sendiri.

Tantangan terbesar adalah meningkatkan sisi kompetitif Lionel Messi dkk, termasuk mencari pengganti Luis Suarez, di pentas La Liga dan Liga Champions. Selain itu, Quique Setien juga diminta tajam dalam mengincar pemain pada bursa transfer pemain musim panas, pasca-perhelatan Euro 2020.

Bienvenido y buena suerte, entrenador!