Slemania Minta PSS Menganulir Keputusan Melepas Seto Nurdiyantoro

oleh Vincentius Atmaja diperbarui 17 Jan 2020, 12:30 WIB
Ekspresi pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro, di tengah lapangan Stadion Maguwoharjo, usai pertandingan melawan PSM Makassar, Jumat (23/8/2019). (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Bola.com, Sleman - Satu di antara kelompok suporter PSS Sleman, Slemania, mengecam keras keputusan manajemen klub dengan memberhentikan Seto Nurdiyantoro sebagai pelatih. Tim Elang Jawa telah memutuskan dan mengenalkan Eduardo Perez Moran sebagai pengganti Seto Nurdiyantoro.

Keputusan tersebut memantik emosi kalangan suporter PSS Sleman. Slemania menilai manajemen PSS bersikap semena-mena dan tidak menampung aspirasi dari elemen suporter.

Advertisement

Presidium Slemania, Asep Handi Kurniawan, kepada Bola.com mengaku terkejut setelah mengetahui PSS tidak memperpanjang kontrak Seto, dan justru memilih pelatih asal Spanyol.

"Terus terang, kemarin itu kami suporter tahunya ya coach Seto dipertahankan. Lha kok ternyata malah pelatih baru, bukan coach Seto. Berarti manajemen tidak menghargai suporter dan publik sepak bola Sleman," ujar Asep, Jumat (17/1/2020).

"Semua sudah tahu kualitas beliau. PSS Sleman bisa sampai seperti ini juga karena coach Seto. Kami menuntut agar manajemen menganulir keputusan. Usahakan coach Seto kembali, mumpung belum terlambat," kata Asep.

2 dari 2 halaman

Belum Putuskan Aksi

Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro. (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Di kalangan arus bawah suporter PSS Sleman, tidak sedikit yang menginginkan untuk melakukan aksi boikot pertandingan musim ini apabila manajemen PSS masih berkeras tidak memperpanjang kontrak Seto Nurdiyantoro.

Sejauh ini Slemania menggelar aksi pemasangan spanduk, penyegelan kantor PSS, penaburan bunga, hingga karangan bunga di area Stadion Maguwoharjo.

"Kami mengalir dulu, menampung suara kawan-kawan. Jadi, aksi ke depan, termasuk boikot atau apa, belum kami tentukan," imbuh Asep.