Eky Taufik Ungkap Latar Belakang Kesetiaan terhadap Persela

oleh Iwan Setiawan diperbarui 11 Feb 2020, 11:45 WIB
Eky Taufik, pemain Persela. (Bola.com/Aditya Wany)

Bola.com, Malang - Eky Taufik sudah tercatat 10 tahun jadi bagian dari Persela Lamongan. Hal itu membuat pemain asal Sragen, Jawa Tengah, ini jadi satu di antara pemain yang paling setia di klub berjulukan Laskar Joko Tingkir tersebut. Padahal, musim ini dia sempat mendapat banyak godaan untuk pindah.

Sebelum Piala Gubernur Jatim 2020 digelar, dia mengaku ada satu hal yang membuatnya setia bersama Persela Lamongan. Itu adalah janji yang diucapkannya setelah membawa Persela menjadi juara kompetisi U-21 musim 2010-2011.

Advertisement

"Saya memang salah satu pemain yang lama di Persela. Musim ini ada beberapa tawaran dari klub lain. Tapi, saya sudah punya komitmen sejak juara dengan Persela U-21 dulu. Selama tim ini masih membutuhkan, saya akan bertahan," ungkap pemain 28 tahun itu.

Eky bisa dibilang serbabisa di posisi belakang. Selain jadi stopper, dia juga bisa berperan jadi bek sayap sehingga Persela selalu butuh jasanya.

Eky pun senang selama 10 tahun berada di Persela. Beberapa kali dia juga dipercaya sebagai kapten tim.

"Saya dimunculkan oleh Persela sejak U-21 hingga sekarang. Jadi, senang jika masih bisa memberikan kontribusi," lanjutnya.

Hal itu berarti ada unsur balas budi yang dilakukan Eky karena sudah dibesarkan Persela Lamongan.

2 dari 2 halaman

Mengutamakan Kekeluargaan

Pelatih Persela Lamongan, Nilmaizar, tengah memberikan instruksi kepada kapten Persela, Eky Taufik, dalam sebuah pertandingan Liga 1 2019. (Bola.com/Aditya Wany)

Musim ini, Persela Lamongan melakukan perubahan besar. Hanya 11 pemain yang dipertahankan dari musim lalu oleh pelatih Nilmaizar. Meski mayoritas pemain baru, Eky menegaskan karakter Persela masih tetap seperti dulu.

"Memang banyak pemain baru musim ini. Namun, tim ini tetap mengutamakan kekeluargaan sehingga adaptasi dan chemistry cepat terbentuk," ujarnya.

Sekarang, Eky bersama Persela fokus dalam turnamen Piala Gubernur Jatim 2020 yang jadi ajang pramusim.

Meski satu grup dengan tim besar Arema, Persija Jakarta, dan klub Malaysia Sabah FA, mereka tidak minder.

Di Piala Gubernur Jatim, Persela punya sejarah bagus. Sampai saat ini mereka jadi tim yang paling banyak meraih gelar juara, yakni lima kali. Hal tersebut yang menjadi suntikan moral pemain Laskar Joko Tingkir.

"Kami ingin memberikan hasil yang terbaik karena Persela punya sejarah bagus di turnamen ini," jelas Eky.