Pelatih Persija Sepakat Gajinya Dipotong

oleh Zulfirdaus Harahap diperbarui 21 Apr 2020, 23:15 WIB
Pelatih Persija Jakarta, Sergio Farias, saat menghadiri sesi latihan di Lapangan Sutasoma, Jakarta, Jumat (17/1/2020). Pria asal Brasil ini akan memimpin pasukan Macan Kemayoran untuk mengarungi Liga 1 musim depan. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Persija Jakarta, Sergio Farias, sepakat dengan keputusan klub yang memangkas gajinya sebesar 75 persen sampai Juni 2020. Sergio Farias sadar situasi keuangan klub sedang tidak baik akibat pandemi virus corona.

PSSI melalui Surat Keputusan bernomor SKEP/48/III/2020 pada 27 Maret merestui klub untuk melakukan pemotongan gaji pemain sampai 75 persen saat pandemi virus corona yang ditetapkan antara Maret hingga Juni 2020. Kebijakan itu diterapkan dengan mempertimbangkan keadilan untuk semua pihak.

Advertisement

Penghentian sementara kompetisi membuat pemasukan klub nihil. Meski demikian, klub juga tidak boleh lari dari tanggung jawab dalam memberikan gaji kepada pemain karena sudah diatur dalam kontrak kerja.

Persija mengikuti anjuran yang dikeluarkan oleh PSSI. Artinya, para pemain akan mendapatkan gaji sebesar 25 persen dari kontrak kerja sama sampai Juni 2020.

"Saat ekonomi sulit yang disebabkan oleh pandemi virus corona, staf saya dan saya akan mengurangi gaji hingga 25 persen selama empat bulan untuk membantu keuangan klub," kata Sergio Farias melalui akun Instagram miliknya.

"Kami hanya menunggu arahan klub untuk bertemu," tegas pelatih asal Brasil itu.

Persija Jakarta sudah meliburkan selama sebulan lebih para pemain karena pandemi virus corona. Meskipun diliburkan, para pemain tetap mendapatkan kewajiban untuk berlatih secara mandiri.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

2 dari 2 halaman

Belum Pasti

Striker Persija Jakarta, Marko Simic, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Arema FC pada laga Shopee Liga 1 di SUGBK, Jakarta, Sabtu (3/8). Persija bermain imbang 2-2 atas Arema. (Bola.com/YoppyRenato)

Kompetisi Shopee Liga 1 2020 rencananya bakal digelar kembali pada Juli mendatang. Namun, hal ini belum sepenuhnya pasti karena keputusan akhir tentang masa depan kompetisi berada di tangan Pemerintah.

Jika status darurat bencana diakhiri, maka kompetisi musim ini bisa dilanjutkan. Sebaliknya, jika status masih darurat bencana, besar kemungkinan kompetisi akan kembali dihentikan atau disetop secara total.