Gareth Bale Bercerita soal Karantina di Spanyol yang Super Ketat

oleh Luthfie Febrianto diperbarui 23 Apr 2020, 23:30 WIB
Winger Real Madrid Gareth Bale tampak kecewa setelah golnya ke gawang Barcelona dianuli dalam lanjutan Liga Spanyol di Camp Nou, Kamis (19/12/2019) dini hari WIB. Duel bertajuk El Clasico itu berakhir 0-0.(AP Photo/Joan Monfort)

Jakarta - Gareth Bale menceritakan situasi di Spanyol menysul karantina wilayah atau lockdown akibat pandemi virus corona COVID-19. Ia mengaku kerepotan karena ketatnya aturan dari pemerintah setempat.

"Benar-benar isolasi yang ketat. Kami sama sekali tidak dapat keluar berjalan, berlatih, atau beraktivitas apapun," kata Bale seperti dilansir Marca.

Advertisement

Pandemi virus corona COVID-19 memang belum mereda. Menurut data World O Meters, Kamis (23/4/2020) ada 2,6 juta lebih orang yang dinyatakan positif di seluruh dunia.

Amerika Serikat (AS) menjadi negara dengan kasus positif virus corona terbanyak (849.092), disusul Spanyol (208.389), dan Italia (187.327). Total ada 184.235 korban meninggal dan 717.819 sembuh di seluruh dunia.

Bale mengakui, ketatnya isolasi itu cukup merepotkannya. Namun gelandang asal Wales itu mencoba memaklumi keadaan di Spanyol.

"Tetapi saya kira, kita melakukan itu untuk kebaikan yang lebih baik," ujar gelandang berusia 30 tahun tersebut.

 

Video

2 dari 3 halaman

Kenang di Liga Champions

Penyerang Real Madrid, Gareth Bale, melakukan selebrasi angkat trofi usai menjuarai Liga Champions di Stadion NSC Olimpiyskiy, Kiev, Minggu (27/5/2018). Real Madrid menang 3-1 atas Liverpool. (AP/Pavel Golovkin)

Di sisi lain, Bale juga mengenang final Liga Champions bersama Real Madrid. Menurut Bale, final pertamanya adalah yang paling berkesan.

"Jika saya harus memilih momen juara Liga Champions bersama Real Madrid, itu adalah momen kami memenangkan gelar juara yang ke-10," ujarnya.

"Itu adalah momen pertama saya mengangkat trofi, keluar sebagai juara di momen-momen terakhir itu sungguh spesial," katanya.

3 dari 3 halaman

Sumbang Rp 16 Miliar

Bale sendiri telah menyumbang lebih dari 1 juta euro atau Rp 16,8 miliar untuk membantu petugas medis di tengah pandemi virus corona. Bantuan itu disalurkan ke dua pihak.

Sebanyak hampir 600 ribu euro diserahkan kepada rumah sakit di Wales, sedangkan 500 ribu euro lainnya disalurkan kepada layanan kesehatan di Spanyol yang saat ini tengah mati-matian menangani pasien Covid-19.

Sumber asli: Marca

Disadur dari: Liputan 6 (Luthfie Febrianto/Thomas, published 23/4/2020)

Berita Terkait