I Made Wirawan Cerita soal Toleransi Antarpemain Persib di Sepanjang Bulan Ramadhan

oleh Ario Yosia diperbarui 08 Mei 2020, 13:50 WIB
Kiper Persib, I Made Wirawan, mengontrol bola saat latihan di Stadion GBLA, Jawa Barat, Kamis (20/7/2017). Persib bersiap menghadapi Persija pada laga Liga 1. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Jakarta - Kiper utama Persib Bandung, I Made Wirawan sudah bergabung di Tim Maung Bandung cukup lama, sejak sejak tahun 2013. Ia sudah hafal betul budaya keseharian tim yang dibelanya, termasuk soal urusan puasa Ramadhan.

Datang dari Persiba Balikpapan, Made langsung menghuni posisi penjaga gawang utama yang sebelumnya diisi Jendry Pitoy. Made jadi bagian tim Persib saat menjadi juara Liga Indonesia 2014 dengan mengalahkan Persipura Jayapura di final.

Advertisement

Made memiliki peran penting dengan menggagalkan penalti dari Nelson Alom sehingga skor adu penalti menjadi 5-3 untuk kemenangan Persib setelah pada waktu normal dan tambahan bermain imbang 2-2.

Sudah berkostum Persib hampir 7 tahun lamanya Made menceritakan soal sikap saling menghargai yang ada di Persib. Made menjelaskan ada wujud rasa saling menghargai di bulan puasa ini.

Para pemain yang beragama Muslim tetap berpuasa sedang yang nonmuslim menjalani aktivitas seperti biasanya.

Made yang beragama Hindu ini menjelaskan bahwa suasana saling menghargai sangat terasa di mana para pemain muslim selalu mengizinkan rekannya yang tidak berpuasa untuk makan dan minum di saat latihan. Tak perlu diminta pun para pemain yang berpuasa sudah pasti akan mengizinkan.

Walaupun mendapat izin Made selalu tidak terang-terangan makan dan minum di depan yang berpuasa.

Hal itu ia lakukan sebagai bentuk rasa menghormati kepada para pemain yang sedang berpuasa.

“Awalnya saya sendiri tanya dulu dan mereka mengizinkan buat minum. Memang ngumpet-ngumpet kalau minum saat latihan. Biasanya saya lakukan di balik tiang karena saya enggak mungkin juga minum di depan teman yang puasa,“ terang Made.

Video

2 dari 2 halaman

Rindu Berkumpul dengan Rekan-rekan

I Made Wirawan (Liputan6.com/Helmi Fitriansyah)

I Made Wirawan, mulai merindukan teman-temannya setelah beberapa pekan tidak berkumpul karena kompetisi dihentikan.

"Ya, mudah-mudahan kondisi seperti ini cepat selesai dan kami bisa kumpul lagi seperti biasa," ujar Made.

Seperti diketahui, wabah virus corona membuat seluruh klub Shopee Liga 1 dan Liga 2 2020 diliburkan setelah PSSI menunda seluruh kompetisi hingga akhir Mei 2020. Persib meliburkan tim sejak 25 Maret dan pemain berlatih di rumah masing-masing..

Made mengatakan, sejak diliburkan hingga saat ini, ia melakukan latihan mandiri sesuai dengan program yang diberikan tim pelatih, terutama dari pelatih kiper, Luizinho Passos.

"Latihan mandiri masih berjalan lancar dan intensitasnya sudah dinaikin sama tim pelatih," ucap kiper Persib berusia 38 tahun ini.

Made akan menaikkan intesitas latihan pada pekan berikutnya agar disaat kumpul kembali kondisi fisik tidak drop.

"Intensitas latihan tinggal naik sedikit lagi. Kami akan kembali lagi ke kondisi awal sebelum libur panjang selesai," tutur kiper bernomor punggung 78 di Persib Bandung ini.