Ashley Cole: Saya Tinggalkan Arsenal Menuju Chelsea Bukan karena Uang!

oleh Liputan6.com diperbarui 25 Mei 2020, 13:45 WIB
Ashley Cole - Ashley Cole - Cole menjadi sosok tak tergantikan di lini kanan pertahanan Chelsea saat di final Liga Champions 2012. Performanya apiknya mampu meredam serangan-serangan sayap Bayern Munchen dalam pertandingan tersebut. (AFP/Graham Stuart)

Jakarta - Beberapa tahun lalu, Ashley Cole menggemparkan Premier League lewat transfer kontroversialnya. Cole jadi buah bibir setelah meninggalkan Arsenal demi Chelsea. 

Tentu transfer ini dianggap pengkhianatan. Bagaimanapun Arsenal dan Chelsea adalah rival sekota yang sering terlibat duel-duel sengit.

Advertisement

Terlebih, Cole meninggalkan Arsenal setelah meraih dua gelar Premier League dan tiga FA Cup. Dia pergi ke Chelsea, meraih satu lagi gelar Premier League, empat FA Cup, dan satu Liga Champions.

Saat itu Cole langsung dipandang sebagai pemain mata duitan, sebab Chelsea baru mengusung proyek pembangunan skuad besar-besaran di bawah Roman Abramovich. Tudingan itu sulit dibantah Cole pada saat itu, baru sekarang dia bisa menjelaskannya.

"Transisi memasuki tim, lingkungan, dan pemain yang berbeda mudah bagi saya. Sebab ketika pertama kali saya mulai bermain di Arsenal, kami punya pemain-pemain inti seperti Keown, Seaman, Vieira, Henry, Adam," ungkap Cole kepada BBC Sport.

"Ketika mereka mulai pergi, saya merasa ada lubang besar pada budaya yang membawa kesuksesan itu. Saya merasa Arsenal mulai gugur, atau paling tidak ada ruang kosong yang tidak bisa dipulihkan."

 

Video

2 dari 2 halaman

Memilih Chelsea

Bek Kiri - Ashley Cole. (AFP/Glyn Kirk)

Intinya, perubahan kultur juara Arsenal itulah yang membuat Cole mengambil keputusan berani. Datang ke Chelsea memang sulit, tapi dia sudah siap dengan proses transisi dan siap jadi juara.

"Jadi transisi soal bagaimana diri saya menyesuaikan diri dengan kultur berbeda serta hasrat untuk terus menang, saya pergi ke Chelsea dan mampu melakukan itu," sambung Cole.

"Saya mungkin sedikit terlalu keras kepala pada saat itu dan saya merasa diperlakukan dengan buruk. Sejujurnya saya sedikit kekanak-kanakan, tapi saya tidak akan menyesali itu dan tidak akan mengubah situasi itu," ucapnya.

 

Sumber asli: BBC

Disadur dari: Bola.net (Penulis Richard Andreas, Published 24/5/2020)

Berita Terkait