Bek Asing Persiraja: Banyak Kesamaan Antara Liga Indonesia dengan Premier League

oleh Muhammad Adi Yaksa diperbarui 29 Mei 2020, 21:15 WIB
Pemain asal Inggris, Adam Mitter bergabung dengan Persiraja. (Bola.com/Eko Deni Saputra)

Bola.com, Jakarta - Adam Mitter tengah menikmati hidup barunya di Indonesia. Bersama Persiraja Banda Aceh, bek asal Inggris ini merasa bermain di Premier League.

Mitter menilai ada banyak kesamaan antara Shopee Liga 1 dengan Premier League. Mulai dari atmosfer pertandingan, dukungan suporter hingga popularitas pemain.

Advertisement

Bek berusia 27 tahun ini pernah melanglang buana ke sejumlah negara di dunia, di antaranya Kanada, Australia, dan India. Namun, menganggap Indonesia sebagai pengalaman terbaiknya bermain di hadapan suporter.

"Untuk pengalaman penggemar, Indonesia sejauh ini adalah yang terbaik. Setiap stadion penuh. Sekitar 40-50 ribu penonton setiap pertandingan. Benar-benar seperti bermain di Premier League," ujar Mitter dinukil dari The Guardian.

Mitter mengaku pengikutnya di media sosial, terutama Instagram, meningkat pesat sejak bergabung dengan Persiraja. Saat ini, jumlah followers-nya telah mencapai 19.800 akun.

"Sejak bergabung dengan Persiraja, media sosial saya benar-benar gila. Merupakan pengalaman yang luar biasa bermain di Indonesia, terutama di depan para suporter. Itulah alasan saya bermain di sini," imbuhnya.

Saksikan Video Pilihan Kami:

2 dari 2 halaman

Pengalaman Fantastis

Pemain asal Inggris, Adam Mitter, memutuskan bergabung bersama Persiraja Banda Aceh untuk musim kompetisi 2020. (Bola.com/Aditya Wany)

Belakangan, jebolan Premier League mulai merambah Indonesia sebagai ladang mencari uang dan menambah pengalaman. Mulai dari Marcus Bent, Lee Hendrie, Danny Guthrie, Carlton Cole hingga Michael Essien.

"Saya punya banyak teman yang bermain di Inggris. Dari Premier League hingga League Two. Sekarang saya datang ke Indonesia. Mereka melihat gairah para penggemar dan mereka sangat tertarik," tutur Mitter.

"Anda menjalani gaya hidup yang fantastis di sini dan Anda bermain di atmosfer seperti Premier League. Sata pikir banyak pemuda di Inggris yang membuka mata, menyadari bahwa bukan hanya di Inggris, ada negara lain yang pengalamannya bisa dinikmati," imbuhnya.

Berita Terkait